Skema TCG Disebut Sentuh Kesejahteraan Pekerja Perikanan di Arafura

Indonesian Journal, Tual — Kerja sama Indonesia dengan Tiongkok lewat skema Technical Cooperation Guidelines (TCG) turut menyerap tenaga kerja. Sebanyak 669 orang terlibat dalam operasional 33 kapal perikanan di perairan Arafura.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif menyebut rata-rata sekitar 20 orang bekerja per kapal. Ia menyebut TCG turut ditujukan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor usaha perikanan.

“TCG bertujuan untuk mencegah terjadinya IUU Fishing, meningkatkan ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan negara dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Latif. 

Ia juga menyebut bahwa hal ini sebagai salah satu implementasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta seluruh proses kerja sama berjalan sesuai ketentuan. Aspek itu mencakup perizinan, kepatuhan kapal, hingga pengawasan aktivitas penangkapan.

“Setiap ikan yang ditangkap harus dapat ditelusuri asal-usulnya, setiap kegiatan dapat dipantau, dan setiap pelaku usaha memenuhi kewajibannya,” ujarnya. Ketertelusuran ini disebut penting membangun kepercayaan antara pemerintah dan pelaku usaha.

Ruang lingkup kerja sama TCG turut mencakup kolaborasi memastikan pemenuhan kesejahteraan pekerja perikanan. Poin ini disebut berdampingan dengan ruang lingkup lain seperti pertukaran keterampilan dan pelatihan.

Destructive Fishing Watch menemukan awak kapal perikanan di lima pelabuhan kerap terjerat utang perekrutan hingga dipaksa bekerja belasan jam sehari. Temuan itu mendesak KKP memperkuat pengawasan perekrutan agar kesejahteraan pekerja perikanan tidak sebatas janji.

Community Podcast

Latest articles

Related articles