IndonesianJournal.id, Jakarta – Di antara kepungan teknologi mobil listrik masa depan dan kilau kromium otomotif skala besar, terdengar suara lengkingan dinamo yang khas. Bukan dari kap mesin SUV terbaru, melainkan dari sebuah lintasan plastik yang meliuk di sudut area pameran.
Di tengah hiruk-pikuk penutupan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, waktu ditarik seolah mundur puluhan tahun. Di sana, sebuah hobi masa kecil tidak lagi dianggap sebagai mainan belaka, melainkan sebuah jati diri yang diberi panggung terhormat untuk kembali eksis.
Tim jurnalis Indonesian Journal tertarik mendekati arena balapan Tamiya Mini 4WD Klasik. Dipandu oleh sosok Dedi dari tim Koolpapps dan akun dedukasi Papamiya, komunitas ini membawa misi yang lebih dari sekedar balapan: merayakan masa kecil yang belum usai.
“Niat awalnya nostalgia. Teman-teman yang sudah senior ingin kembali ke era Dash! Yonkuro hingga Let’s & Go,” ujar Dedi di sela-sela kesibukannya berkompetisi.

Bukan sekedar kumpul-kumpul santai, dukungan juga mengalir dari berbagai sektor untuk komunitas ini. Mulai dari merek otomotif, asuransi, penyedia layanan internet hingga komponen teknis seperti baterai dan mesin.
Kalender kegiatan mereka cukup padat. Jadwal dan agenda tersusun rapi dalam kalender tahunan. Seperti halnya STC (Standar Tamiya Classic), sebuah seri balapan bulanan yang diadakan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Malang, hingga Bali.
Puncak kompetisi di bulan Desember, yang disebut dengan GOD (Good Old Days). Di mana, para pemenang seri bulanan akan diadu kembali untuk menentukan siapa yang terbaik di lintasan klasik.
Saat ditanya mengapa hobi ini tetap bertahan bahkan semakin kuat di tahun 2026, Dedi hanya tersenyum dan menyebutkan dua kata kunci, “Inner Child”.
Bagi ratusan anggota komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia, Mini 4WD adalah kualitas waktu menenangkan dari rutinitas dewasa. IIMS 2026 telah berhasil memberikan ruang bagi orang-orang dewasa ini untuk meletakkan tugas kerja mereka memegang obeng, dan memperhatikan posisi roller dengan penuh ketelitian.
Komunitas ini membuktikan bahwa hobi masa lalu tidak harus mati ditelan zaman. Di panggung sebesar IIMS, mereka menunjukkan bahwa semangat terhadap kecepatan tidak selalu tentang tenaga kuda yang besar, terkadang ia hanya membutuhkan dua baterai AA dan kerinduan yang tulus akan masa kecil.