Indonesian Journal, Jakarta – Jakarta Movin berkolaborasi dengan MALIQ & D’Essentials dan didukung Indonesia Kaya hadirkan drama musikal yang akan digelar pada 3-12 Juli 2026 di Graha Bhkati Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Berkisah tentang harapan, keberanian dan kesempatan kedua, drama musikal ini diberi tajuk sama dengan salah satu single MALIQ &D’Essentials,, ‘Sejan Teduh Pelita.
Terinspirasi dari lagu-lagu MALIQ & D’Essentials yang telah mewarnai perjalanan berbagai generasi pendengar selama lebih dari dua dekade, lagu-lagu ini kini diinterpretasikan dalam bentuk yang baru melalui sebuah cerita berlatar dunia masa depan. Sejumlah 20 lagu MALIQ & D’Essentials dipilih untuk dirangkai dan diadaptasi ke pertunjukan ini, seperti Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga lagu dari album baru Begini Begitu. Lagu-lagu ini menjadi bagian penting dalam membangun emosi, konflik, dan perjalanan para tokohnya.
Mengadaptasi lagu-lagu MALIQ & D’Essentials yang kaya akan pesan tentang kehidupan, harapan, dan kemanusiaan, pertunjukan ini menghadirkan pengalaman yang dekat dengan berbagai generasi penonton. Kami bangga dapat mendukung karya yang lahir dari kolektif seni pertunjukan yang secara konsisten membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat, belajar, dan berkarya. Upaya seperti ini sangat penting untuk mendorong semakin banyak talenta muda berpartisipasi dalam dunia seni pertunjukan, sehingga ekosistem seni pertunjukan Indonesia dapat terus tumbuh, berkelanjutan, dan melahirkan karya-karya berkualitas di masa depan,” ujar Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya, pada saat konfrensi pers yang diadakan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (3/6).
Alf Elijah Sigarlaki, pemeran Arah laki-laki – tokoh utama di drama musikal ini, menggambarkan cerita dalam drama musikal yang diproduseri dan disturadarai oleh Nuya Susantono ini.
“Kondisi bumi sudah hancur, berantakan. Orang tua Arah memutuskan mencari kehidupan yang lain, yang nantinya bisa ditinggalin oleh umat manusia. Orangtua-orangtua ini tidak pernah kembali, jadi lah anak-anak yang ditinggalkan harus berusaha memperbaiki dunia yang sudah hancur,” tutur Alf menjawab pertanyaan wartawan tentang cerita yang diangkat dalam drama musikal ini.
Dengan sentuhan musikal yang hangat, visual futuristik, serta cerita yang relevan dengan isu global saat ini, Musikal Senja Teduh Pelita menjadi pertunjukan yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan bumi ada di tangan generasi hari ini. Musikal Senja Teduh Pelita juga akan bekerja sama dengan lembaga pengelolaan sampah untuk juga menjadi aksi nyata menjaga bumi untuk masa depan.
Dengan tingginya antusiasme pada penjualan tiket Presale BCA 1 dan 2 yang habis hanya dalam beberapa hari Pertunjukan Musikal Senja Teduh Pelita yang semula 3 – 5 Juli 2026, diperpanjang menjadi 3 – 12 Juli 2026, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pembelian tiket resmi hanya melalui website atau aplikasi TIKET.COM.
