Indonesianjournal.id, Jakarta — Peluang pengembangan teknologi smart grid Indonesia menjadi sorotan dalam opening ceremony IEE Series Energy Week 2026. Acara pembukaan ini digelar bersamaan dengan Symposium Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) di JIExpo Kemayoran, Jakarta (2/9).
Ketua Umum PJCI Arsyadany G. Akmalaputri mengatakan kebutuhan industri terhadap listrik ke depan akan semakin besar dan beragam. Ia menyebut pengembangan smart grid, integrasi energi terbarukan, dan pemanfaatan teknologi pengelolaan energi sebagai langkah penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional.
“Karena itu, pengembangan sistem kelistrikan perlu bergerak menuju sistem yang lebih cerdas, fleksibel, dan mampu mengintegrasikan berbagai sumber energi secara andal,” ujarnya.
Menurut Arsyadany lagi, energi tidak hanya soal bagaimana listrik dipasarkan dan disalurkan. Ia memandang energi juga berkaitan dengan bagaimana bangsa bertumbuh dan bagaimana pembangunan dapat dirasakan secara merata melalui kolaborasi lintas sektor.
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia Maxmilaan Bruinier mengatakan penyelenggaraan IEE Series Energy Week di Jakarta memperluas konektivitas antara sektor ketenagalistrikan, penyimpanan energi, dan infrastruktur digital dalam satu ekosistem. Ia berharap pertemuan ini mendorong pertukaran pengetahuan yang membantu industri meningkatkan efisiensi dan menciptakan nilai jangka panjang.
“Melalui IEE Series – Energy Week di Jakarta, kami memperluas konektivitas tersebut dengan mempertemukan sektor ketenagalistrikan, penyimpanan energi, dan infrastruktur digital dalam satu ekosistem,” katanya.
Maxmilaan menyebut penyelenggaraan di Jakarta melanjutkan momentum positif dari Indonesia Energy Week Surabaya 2026. Acara di Surabaya sebelumnya berhasil mempertemukan lebih dari 200 peserta pameran dari 17 negara.
Peluang Teknologi Smart Grid Indonesia
Peluang pengembangan smart grid ini sejalan dengan target RUPTL 2025 2034 yang mengalokasikan tambahan 69,5 GW kapasitas pembangkit listrik. Dari jumlah itu, 42,6 GW dialokasikan untuk energi terbarukan dan 10,3 GW untuk sistem penyimpanan energi, sementara kapasitas data center Indonesia turut mencapai sekitar 370 MW pada 2025.
IEE Series Energy Week 2026 menghadirkan tiga pameran sekaligus, yaitu Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia Indonesia. Area pameran mencapai lebih dari 20.000 meter persegi dengan 451 perusahaan dari 28 negara, didukung 21 sesi seminar bersama 73 pembicara dan 12 asosiasi industri.
Penyelenggaraan Electric & Power Indonesia tahun ini turut digabungkan dengan IndoEBTKE ConEx ke 12 dalam satu rangkaian. Kolaborasi ini diharapkan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, dan akademisi untuk mendukung agenda transisi energi nasional.
IEE Series Energy Week 2026 berlangsung hingga 5 September di JIExpo Kemayoran. Informasi lengkap mengenai rangkaian acara dan registrasi pengunjung dapat diakses melalui situs resmi IEE Series.

