Pengelolaan Sampah sebagai Indikator Daya Saing Daerah di Indonesia

IndonesianJournal.id, Jakarta – Pengelolaan sampah kini tidak lagi semata dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi mulai dilihat sebagai bagian dari indikator daya saing daerah.

Dalam berbagai inisiatif keberkelanjutan di tingkat daerah, kemampuan mengelola sampah dinilai mencerminkan kualitas tata kelola, kesiapan sistem, serta keterlibatan masyarakat. Hal ini membuat isu yang sebelumnya berada di pinggir kebijakan perlahan bergeser menjadi bagian dari ukuran kinerja pembangunan.

Perubahan pendekatan ini juga tercermin dalam pengakuan terhadap daerah yang dinilai berhasil mengintegrasikan pengelolaan sampah ke dalam strategi pembangunan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, misalnya, menerima penghargaan dalam ajang CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026 dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. 

“Kita (Provinsi Jawa Tengah) dapat penghargaan terkait dengan lingkungan hidup, yaitu program pengelolaan sampah,” ucap Gubernur Luthfi (Humas.jatengprov.go.id, 21/4).

sumber : Adit (Humas Jateng)
sumber : Adit (Humas Jateng)

Penghargaan yang diterimanya dari Kemendes PDT itu berkaitan dengan tren global demi keberlanjutan generasi mendatang. Indikatornya ditopang oleh sejumlah capaian konkret yang dinilai tepat-guna dan inovatif.

Pengelolaan Sampah Indikator Daya Saing Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengembangkan 88 desa mandiri sampah sebagai model pengelolaan berbasis hulu, dengan target diperluas ke wilayah lain. Di sisi lain, timbulan sampah di Jawa Tengah mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun, dengan kenaikan 8–11 persen setiap tahun. Untuk itu, pendekatan berbasis desa dinilai menjadi bagian dari peta jalan penanganan jangka panjang.

Dari pencapaian ini publik dapat menyaksikan bahwa pendekatan terhadap limbah tidak lagi bersifat reaktif. Mengaitkan sejumlah program pengelolaan sampah dengan pengembangan wilayah menunjukkan bahwa sampah tidak hanya ditangani sebagai residu. Limbah akhir kini mulai ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, termasuk kaitannya dengan ekonomi dan keberlanjutan.

Perubahan cara pandang ini juga berpengaruh terhadap persepsi terhadap suatu daerah. Wilayah yang mampu menjaga kualitas lingkungannya dinilai memiliki sistem yang lebih siap dalam mendukung aktivitas ekonomi dan investasi.

Dalam konteks tersebut, pengelolaan sampah menjadi salah satu elemen yang mulai diperhitungkan dalam menilai daya saing suatu daerah. Hal ini seiring meningkatnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan dalam pembangunan.

Community Podcast

Latest articles

Related articles