IndonesianJournal.id, Jakarta – Pembangunan MRT Lin Timur Barat Fase 1 Tahap 1 telah resmi dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 11 September 2024 pagi tadi di area konstruksi beranda peron Stasiun Thamrin sebagai titik interkoneksi MRT Lin Utara Selatan dan Timur Barat.
Mengutip dari media sosial MRT Jakarta yang diposting pada Rabu (11/9), Presiden menyampaikan dalam Seremoni, “Fase 1 utara-selatan sudah mengubah wajah Jakarta, sudah mengubah wajah transportasi Jakarta, dan juga negara kita Indonesia,” ujar Presiden. Saat ini, pembangunan fase 2A MRT Lin Utara-Selatan yang menghubungkan Bundaran HI dengan Kota masih berlangsung. Namun, pemerintah bertekad untuk memperluas jaringan MRT di Jakarta agar makin terintegrasi.

Takeda Sachiko, Kepala Kantor Perwakilan JICA Indonesia mengungkapkan, “Proyek ini kerja sama bilateral simbolik yang berfungsi sebagai jembatan antara Indonesia dan Jepang. Melalui pemanfaatan Pinjaman Lunak ODA Jepang, dan pengenalan teknologi dan pengetahuan Jepang, MRTJ, bekerja sama dengan JICA dan seluruh pihak yang terlibat di kedua negara, telah berhasil membangun dan mengoperasikan MRT Lin Utara-Selatan.” tuturnya.
Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi menyatakan bahwa proyek ini didanai oleh pinjaman JICA melalui co-financing bersama ADB. “Kementerian Perhubungan RI sebagai executing agency, Pemprov DKI Jakarta sebagai implementing agency, dan MRT Jakarta sebagai sub-implementing agency,” ujarnya.
MRT Lin Timur Barat Fase 1 Tahap 1 sepanjang 24,5 kilometer menghubungkan Tomang, Jakarta Barat dan Medan Satria, Kota Bekasi. Di antara Ujung Menteng dan Medan Satria, di luar jalur utama, akan dibangun penambahan jalur ke arah utara sepanjang sekitar 5,9 kilometer sebagai akses Depo di Rorotan, Jakarta Utara.