IndonesianJournal.id, Jakarta – Film Alas Roban yang saat ini sedang tayang di bioskop-bioskop di Indonesia, masih terus melakukan promo, mendekatkan masyarakat dengan gambaran suasana yang ada pada film. Berbagai ruang promosi dilakukan, salah satunya dengan menghadirkan bus yang didisain khusus, bernuansa horor.
Sebenarnya ini hanya bis biasa disulap jadi semacam rumah hantu berjalan. Dari luar aja udah bikin orang nengok dua kali, dan begitu pintunya kebuka, vibe-nya langsung berubah: gelap-gelapan, detailnya dibuat creepy, dan nuansa horornya terasa tanpa harus lebay.
Yang seru, aktivasi ini bukan cuma soal nakut-nakutin. Rasanya lebih ke “horor yang fun”: bikin merinding, tapi tetap pengin lanjut masuk dan lihat apa yang ada di dalam. Ini tipe pengalaman yang pas buat penikmat horor, tapi juga aman buat yang sekadar penasaran dan pengin cari sensasi sambil bikin konten.
Nggak main-main, bus hantu Alas Roban ini sudah keliling Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, sampai Jawa Timur. Di setiap kota yang disambangi, mendapat antusias luar biasa dan warga berdatangan, penasaran pengin coba masuk, sekaligus ramai-ramai bikin konten dan berbagi pengalaman.
Kampanye kayak gini juga bikin Alas Roban terasa dekat sama penonton. Orang jadi punya momen personal bukan cuma nonton promo, tapi ikut “masuk” ke dunia filmnya. Dan di era sosmed, pengalaman yang bisa diceritain itu nilainya mahal: sekali orang rekam, unggah, dan kasih reaksi, efeknya nyebar sendiri.
Intinya, promonya Alas Roban ini main di pengalaman, bukan cuma informasi. Jadi kayak sengaja bikin publik punya bahan obrolan: “eh, lo udah cobain bus hantu itu belum?” Dari situ rasa penasaran tumbuh pelan-pelan, sampai akhirnya orang kepancing buat nyari tahu filmnya, bahkan nungguin tayangnya.
