IndonesianJournal.id, Jakarta – Film “Laut Bercerita” telah memasuki fase post-production dan menjadi karya yang diantisipasi pembaca novelnya di awal tahun ini. Pada pengumuman pemeran di Plaza Indonesia XXI, kemarin (24/2/2026), Dian Sastrowardoyo didapuk sebagai pemeran Kasih Kinanti.

Kasih Kinanti merupakan karakter fiktif yang hidup di masa pemerintahan Orde Baru. Tokoh ini menjadi pimpinan kelompok diskusi mahasiswa Winatra, yang menjadi cikal-bakal perjuangan reformasi tahun 1998.
Dalam keterlibatan terbarunya di proyek layar lebar ini, Dian Sastrowardoyo menanggapi spekulasi mengenai relevansi film tersebut dengan kondisi politik terkini. Karena baginya, apa yang tergambar dalam film merupakan potret murni jiwa muda yang merasa terpanggil untuk menyuarakan suara mereka.
“Dan sebenarnya, kita tidak perlu terburu-buru apakah (film) ini ada hubungannya dengan politik saat ini,” ucapnya menolak label “perlawanan” pada film Laut Bercerita.
Menurutnya, kepedulian sosial semacam ini bukanlah fenomena baru, melainkan sebuah siklus yang terus berulang dalam sejarah panjang bangsa Indonesia.
“Tahun 1928, 1945, 1965, 1998, bahkan kapan kemarin? 2025! Jadi ini sesuatu yang berulang. Sejarah yang berulang,” jelasnya memberikan catatan sejarah perjuangan anak muda Indonesia.
Melalui perannya sebagai Kinanti, momen ini menjadi cara bagi Dian sastro rayakan harapan akan masa depan Indonesia yang lebih baik. Ia secara khusus meminta agar publik berfokus pada kata “perayaan harapan” saat mendeskripsikan napas dari film ini. Menurutnya, kepedulian generasi muda yang tergambar pada film tersebut merupakan aset bangsa yang sangat berharga.
Menutup pernyataannya, Dian Sastro mengajak semua pihak untuk berhenti memandang curiga setiap gerakan pemuda dan mulai melihatnya sebagai aset bangsa yang berharga. Pandangan ini juga selaras dengan apa yang dirasakan oleh lawan mainnya, Reza Rahadian.
Dian mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melihat film ini sebagai bentuk konfrontasi, melainkan sebagai sebuah perayaan atas harapan-harapan yang masih ada.