Putri Ayudya Bermonolog Dalam 3 Karakter Pada Naskah Dapur Sumur Tutur

Indonesian Journal, Jakarta – Memainkan karakter bukan hal baru untuk seorang aktris peran sekelas Putri Ayudya, terutama di depan kamera. Tapi beda lagi jika bermain dengan 3 karakter berbeda diatas panggung dan ditonton langsung penonton.

Bermain dalam lakon ‘Dapur Sumur Tutur’, Putri Ayudya memainkan 3 karakter berbeda. Berbeda disini bukan sekedar berbeda nama tapi juga berbeda usia, sebagai Nenek, Ibu dan Mba. Lakon yang diproduseri oleh Nosa Nurmanda dan disutradarai oleh Ben Bening ini menyoroti dinamika sebuah kondisi dari 3 sisi berbeda, tepatnya dilihat dari sisi 3 wanita yang berbeda generasi.

Dapur Sumur Tutur ini menggambarkan peringatan 40 hari meninggalnya eyang kakung. Dari mulai persiapan menjelang persiapan, hingga saat peringatan yang berfokus pada masalah buku yasin yang belum sampai. Aktris yang dua kali dinominasikan sebagai Pemeran Wanita Terbaik FFI dan meraih Piala Maya ini diharuskan merubah karakternya diatas panggung, nyaris tanpa jedah transisi. Dari gesture tubuh, hingga cara berbicara.

Yang paling menarik dari lakon ini adalah, dilibatkannya penonton menjadi bagian dari dialog yang bisa mengalir dan tidak lepas dari benang merah cerita yang diangkat. Padahal dialog penonton dilakukan secara spontan dan mengambil clue terakhir dari dialog diatas panggung. Terasa sama kaya’ kita menyapa tamu yang lama tidak ketemu, dan datang pada saat selamatan. Seperti ‘masih tinggal disitu?’ dan sejenisnya.

“Pementasan Dapur Sumur Tutur hari ini sejalan dengan komitmen Galeri Indonesia Kaya untuk menghadirkan karya seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui cerita yang personal dan pendekatan artistik yang kuat, kami berharap pertunjukan ini dapat membuka ruang refleksi bagi penikmat seni tentang dinamika keluarga, peran perempuan, serta perubahan nilai budaya yang terus berlangsung,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Pertunjukan Dapur Sumur Tutur menjadi penutup rangkaian pertunjukan seni akhir pekan di Galeri Indonesia Kaya sepanjang bulan April. Sebelumnya, Galeri Indonesia Kaya telah menghadirkan pertunjukan Bukan Kartini oleh Wulangreh Omah Budaya, Makkunrai Nusanusa oleh Kinarya GSP, serta Close Friends oleh Shafiq Husein dan Ufa Sofura.

Community Podcast

Latest articles

Related articles