Indonesian Journal, Jakarta – Isu Climate Change atau perubahan iklim menjadi isu panjang yang tidak pernah habis dibahas, sejalan dengan iklim yang memang terus berubah. Perbahan iklim sendiri terjadi disebabkan oleh perusakan yang terjadi di atas bumi karena ulah manusia, dan juga perubahan secara alami.
Kawasan wilayah pesisir yang memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan iklim di Indonesia. Tantangan utama termasuk penurunan tanah, banjir pasang surut, kenaikan suhu, penurunan ekonomi, sanitasi yang kurang memadai, masalah pasokan air dan pembuangan limbah hingga penyakit hingga migrasi dan relokasi.
Kolaborasi dua negara ini diwakili Griffith University, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan Universitas Diponegoro melakukan penelitian bersama yang membahas dampak perubahan iklim terhadap perempuan dan anak, khususnya yang hidup di daerah pesisir. Sementara fokus wilayah yang dijadikan objek penelitian adalah pesisir utara Pulau Jawa yakni Daerah Khusus Jakarta, Semarang, Pekalongan, dan Demak. Dan hasil penelitian ini dirangkum dalam sebuah buku yang diberi judul “Climate Change, Labour and Migration in Indonesia”.
Hadir secara online dalam peluncuran buku “Climate Change, Labour and Migration in Indonesia” Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN Muhammad Najib Azca menyampaikan, “buku ini menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan lintas sektor yang mencakup ekonomi politik, sosial-ekonomi, dan migrasi, yang dapat direspons melalui penguatan sektor pertanian dan struktur komunitas di tingkat domestik, khususnya bagi perempuan dan anak sebagai kelompok yang sering menghadapi beban ganda dalam ketahanan iklim. Melalui sesi diskusi ini, kami berharap dapat memperkaya pembahasan ekonomi dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan, dengan penelitian sebagai dasar pengambilan keputusan, sekaligus mendorong seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam memperkuat kolaborasi yang berkelanjutan.”
Moment peluncuran buku yang diadakan di Urban Knowledge, Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/5) diisi dengan diskusi yang membahas tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap kehidupan perempuan dan anak. Sesi diskusi ini diisi oleh Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN Muhammad Najib Azca, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kedeputian Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Franky Zamzani, Chief Executive Officer Indonesia Ocean Justice Initiative Dr. Achmad Santosa dan Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak Universitas Indonesia Widi Laras Sari.
Pada kesempatan yang sama, peneliti dari BRIN Laely Nurhidayah menyampaikan bahwa buku ini dirancang tidak lepas dari keberhasilan hasil riset dengan KONEKSI yang telah berkontribusi pada ruang lingkup kebijakan Indonesia terkait kerja paksa (compelled labour) dan migrasi, serta dampaknya terhadap kelompok rentan yang selanjutnya akan memperkaya pembuat kebijakan di masa mendatang. Proyek riset ini telah menghasilkan laporan yang didistribusikan kepada para pemangku kepentingan terkait, laporan konsultasi yang dibagikan kepada masyarakat setempat, artikel riset, serta edited book.
“Melalui keberhasilan proyek riset tersebut, kami menyusun buku ini untuk menyoroti dampak sosial dan bencana yang terjadi secara perlahan di pesisir Jawa, sekaligus menerjemahkan implikasi hukum dan kebijakan menjadi rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti para pembuat kebijakan di Asia Pasifik. Kumpulan tulisan ini juga mendorong respons yang lebih holistik dan kolaboratif lintas kementerian, terutama untuk melindungi perempuan dan anak-anak di wilayah pesisir Pulau Jawa yang kerap mengalami banjir setiap hari. Salah satu rekomendasi yang kami susun dalam penelitian ini adalah melakukan revisi dari UU Penanggulangan Bencana No. 24/2007 untuk mengkategorikan SLR dan penurunan tanah sebagai bencana dan memasukkan perlindungan sosial yang adaptif terhadap perubahan iklim,” tutup Laely.
