IndonesianJournal.id, Jakarta – Film sekuel Panda Plan Magical Tribe kembali mempertemukan Jackie Chan dan panda bernama Huhu dalam balutan film keluarga. Penonton kembali disajikan dengan adegan akrobatik klasik yang sudah menjadi ciri khas sang aktor legendaris itu. Sayangnya, karya terbaru ini justru mendapat banyak kritik tajam dari berbagai platform berita hiburan.
Terkait soal daya tarik, film yang disutradarai Derek Hui ini terbilang memancing gelak tawa. Kombinasi antara kelucuan Panda “Huhu” dan gaya bertarung Jackie Chan tampak cerdik dipadu dalam adegan-adegan aksi. Namun, nyatanya tidak semua orang merasa terhibur dengan eksekusi cerita dan komedinya kali ini.

Salah satu sorotan tajam datang dari media nasional Gwigwi yang merasa bahwa naskah film ini kurang maksimal. Penilaiannya mewakili perasaan para penonton dewasa yang mungkin mulai merasa bosan dan berharap ada penyegaran dari formula lama sang legenda.
“Interaksi Jackie dan Huhu memang menggemaskan, tapi secara keseluruhan ini adalah komedi yang hit and miss karena banyak lelucon yang terasa dipaksakan dan mulai usang,” mengutip ulasan mereka berjudul “Review Film Panda Magical Tribe, Komedi yang Hit dan Miss” (23/2/2026).
Kekecewaan penonton rupanya juga sejalan dengan apa yang dirasakan oleh para kritikus luar negeri. Terdapat aspek teknis yang menjadi sorotan mereka. Keluhan diarahkan pada visualisasi sang panda dan kualitas penjahatnya yang dinilai terlalu berlebihan layaknya sebuah kartun pagi hari.
Ulasan dari media internasional Casey Movie Mania secara gamblang menjabarkan keluhan mereka.
“Meskipun pesona Jackie Chan sebagai bintang laga tidak pernah pudar, sekuel ini terlalu bergantung pada CGI yang buruk dan plot yang sangat mudah ditebak,” ulas mereka pada tanggal 20 Februari 2026.
Pada kesimpulannya, film berdurasi satu jam lebih ini terbilang mampu mengangkat akrobatik klasik ala Jackie Chan yang tersohor itu. Meski pada akhirnya, penggemar setianya harus siap-siap menurunkan ekspektasi dari film sekuel Panda Plan ini.

