Indonesian Journal, Jakarta – Bermain dan mengeksplor apa saja yang ditemukan menjadi aktifitas anak sehari-hari untuk memenuhi keingintahuannya yang besar. Bermain menjadi hal penting dimasa anak-anak sebagai sarana belajar dan memahami banyak hal.
Dalam melakukan aktifitasnya, sering sekali ditemukan luka yang diakibatkan banyak hal. Meski pun bukan luka besar, tapi luka tidak boleh dianggap biasa, karena bisa saja nantinya mengakibatkan masalah yang lebih serius. Sehingga perawatan luka perlu dilakukan dengan benar dan tanpa mengabaikan kenyamanan anak melakukan aktifitasnya.
Noorlintang Suminar, ibu & Co-founder Kelap Kelip (Production House Anak & Keluarga), melalui siaran pers Hansaplast yang diterima tim redaksi Indonesian Journal beberpa hari yang lalu, berbagi pengalamannya soal penanganan luka pada anak. “Saya menyadari pentingnya memahami penanganan risiko dengan tepat, termasuk soal luka. Di lokasi syuting misalnya, setiap penanganan risiko harus dilakukan dengan cepat, aman, dan sebisa mungkin mempertahankan mood baik anak-anak. Anak-anak bisa beraktivitas dengan aman dan ceria, orang tua dan tim produksi pun bisa tenang,” ujarnya.
Berikut beberapa langkah mudah merawat luka pada anak:
1. Tenangkan Anak dan Cuci Tangan
2. Hentikan Perdarahan dengan cara menekan bagian luka secara perlahan dengan mnggunakan kain bersih atau kassa steril selama beberapa menit.
3. Bersihkan Luka dengan Air Mengalir untuk membilas kotoran yang mungkin menempel. Hindari penggunaan cairan antiseptik yang menimbulkan rasa perih, terutama pada luka terbuka. Gunakan sabun lembut untuk areal sekitar luka.
4. Gunakan Salep Antibiotik atau Petroleum Jelly agar luka tetap lembap dan tidak berkerak keras (yang sering kali gatal dan memicu anak untuk menggaruk), oleskan lapisan tipis salep antibiotik atau petroleum jelly. Kondisi lembap justru mempercepat penyembuhan kulit.
5. Tutup dengan Perban atau Plester dengan material yang lembut dan fleksibel, plester ini tetap nyaman digunakan dan mengikuti pergerakan aktif anak tanpa mengganggu aktivitas mereka. Pastikan tidak memasangnya terlalu kencang. Ganti perban setidaknya sehari sekali atau setiap kali perban tampak basah dan kotor.
6. Pantau Tanda-Tanda Infeksi seperti timbulnya kemerahan di sekitar luka, luka terasa hangat saat disentuh, munculnya nanah dan anak mengalami demam.
Pada siaran pers yang sama BU Health Care Director PT Beiersdorf Indonesia, Vivilya Lukman, menyampaikan, “Memahami bahwa anak-anak membutuhkan perlindungan yang tidak hanya efektif, tetapi juga nyaman dan praktis digunakan dalam aktivitas sehari-hari.”
Tips ini dapat menjadi solusi praktis bagi orang tua dalam mendukung anak tetap aktif, percaya diri, dan bebas bermain tanpa khawatir terhadap luka kecil yang mereka alami.
