Indonesian Journal, Jakarta – Merayakan 5 tahun menjadi bagian dari pelaku usaha di dunia mode Indonesia, Studio TUI menandari perjalanannya melalui perayaan yang diberi judul ‘SETENGAH DEKADE’. Momen ini menjadi spesial, karena mempertemukan fashion, musik, seni dan komunitas dalam satu perayaan yang menjadi bentuk apresiasi bagi mereka yang menjadi bagian dari perjalanan STUDIO TUI.
“Studio TUI mungkin dimulai dari dua orang, tetapi kami percaya kami tidak mungkin bisa sampai dititik ini tanpa dukungan dan campur tangan orang-orang yang berjalan bersama kami selama lima tahun ini. Malam ini adalah perayaan bagi mereka,” tutur Jos Acha dan Hani Kenisha, Co-Founder Studio TUI didepan para wartawan sebelum perayaan tersebut dimulai, Bengkel Space, SCBD, Jakarta Selatan. Pada Minggu (13/9).
Dengan mengusung semangat ‘Half a Decade of Creativity, passionn, and unforgettable moments’, perayan lima tahun Studio TUI menghadirkan atmosfer yang lebih dari sekedar event. Para tamu akan diajak menikmati malam yang memadukan fashion, art, music, dan vibrant energy, sekaligus menjadi saksi perjalanan terbaru Studio TUI.
Salah satu highlight utama malam tersebut adalah presentasi koleksi terbaru Studio TUI “SETENGAH DEKADE”, yang menjadi representasi perjalanan kreatif brand sekaligus bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia. Suasana malam semakin spesial dengan special performance dari Raisa.
Kehadiran Raisa membawa elemen musik yang melengkapi perayaan lima tahun Studio TUI, menjadikan malam ini sebagai sebuah pengalaman yang tidak hanya merayakan fashion, tetapi juga kreativitas dan entertainment. Sementara itu, Patricia Gouw dan Ankatama hadir membawa energi dinamis sepanjang acara. Dengan perpaduan fashion, musik, dan personalities yang dekat dengan dunia lifestyle, “SETENGAH DEKADE” diharapkan menjadi sebuah malam yang memorable bagi seluruh tamu yang hadir.
Wastra Nusantara di Setengah Dekade Studio TUI
Pada perhelatan ini menyertakan berbagai wastra Indonesia dalam koleksinya. Menghadirkan lurik Jawa, Endek Bali, Sutra Bugis dan tenun Jepara dalam rangkaian siluet yang modern, feminim dan relevan dengan gaya perempuan masa kini. Keberagaman wastra ini menjadi gambaran keberagaman yang tidak terpisahkan. Tapi harus dirajut menjadi satu kesatuan.

