Indonesian Journal, Jakarta – Pola hidup sehat menjadi gaya hidup yang semakin marak di tengah masyarakat, terutama setelah masa pandemi covid-19 beberapa tahun yang lalu. Sesibuk-sibuknya masyarakat saat ini, selalu berupaya melakukan olahraga meski hanya sebuah gerakan sederhana.
Namun tidak sedikit juga masyarakat yang memilih gym di pusat kebugaran, lari atau pun olahraga outdoor dan indoor lainnya. Olahraga tidak hanya memberikan dampak sehat dan terawat pada otot, tapi juga hampir semua fungsi tubuh. Sehingga olahraga sangat dianjurkan oleh banyak pakar.
Sayangnya hal yang sering terlupakan setelah olahraga adalah perawatan kulit kepala. Setelah olahraga kulit kepala akan lebih lembab karena keringat. Keringat tidak serta merta menjadi penyebab munculnya ketombe. Ada debu, dan residu produk rambut. Pada mereka yang memang rentan berketombe, kondisi yang lebih lembap dan berminyak dapat membuat keluhan semakin terasa. Efeknya sendiri bisa langsung terasa beberapa jam kemudian. Scalp menjadi lebih berminyak, mulai terasa gatal, atau flakes yang sebelumnya sudah mereda kembali terlihat.
Menurut dr. Ardhiah Iswanda Putri, Sp.D.V.E., M.Ked.Klin, Dermatologist sekaligus Dermascalp Expert Trichologist Board, kondisi kulit kepala dapat terus berubah mengikuti aktivitas seseorang. “Kulit kepala adalah lingkungan yang dinamis. Kondisinya dapat berubah mengikuti aktivitas, cuaca, keringat, polusi, dan produk yang digunakan.”
Lebih jauh Dr. Ardhiah menjelaskan: “Ketombe yang terlihat di permukaan bisa menjadi tanda dari kondisi scalp yang belum seimbang. Karena itu, kita tidak hanya melihat flakes-nya, tetapi juga lingkungan tempat masalah itu muncul.”
Dengan kata lain, ketika ketombe terus muncul kembali setelah aktivitas fisik, solusinya bukan sekadar membersihkan keringat atau membuat rambut terasa lebih kesat. Masalah ketombenya sendiri perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam memilih perawatan.
Perlukah langsung keramas setiap selesai olahraga?
Tidak selalu. Keramas setelah olahraga tidak selalu diperlukan, selama kulit kepala masih terasa nyaman. Namun setelah aktivitas dengan produksi keringat tinggi, terlebih ketika scalp sudah terasa sangat berminyak, gatal, atau banyak residu menempel, membersihkan kulit kepala dapat membantu mengangkat penumpukan yang tertinggal.
Jika concern utamanya adalah ketombe dan rasa gatal yang terus kembali, shampoo yang digunakan perlu memiliki bahan aktif yang memang ditujukan untuk membantu menangani dandruff.
Ketika ketombe terus kembali, active ingredient menjadi penting
Salah satu bahan aktif yang digunakan dalam perawatan anti-ketombe adalah Piroctone Olamine.
Pada Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo, Piroctone Olamine membantu mengontrol Malassezia dan sebum berlebih yang berkaitan dengan ketombe.
Formula tersebut dipadukan dengan Biomimetic ScalpTech™ powered by Molecular Amino. Molecular Amino meniru Natural Moisturizing Factors (NMF) yang secara alami terdapat pada kulit kepala untuk membantu mengurangi dry flakes, mempertahankan hidrasi, serta mendukung kondisi microbial barrier kulit kepala.
Kombinasi tersebut ditujukan pada dua kebutuhan yang dapat muncul bersamaan pada kulit kepala yang rentan berketombe: membantu mengontrol faktor yang berkaitan dengan ketombe sekaligus menjaga kondisi kulit kepala tetap terhidrasi.
Dalam pengujian produk, Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo teruji mengurangi ketombe hingga 92% setelah 14 hari. Selain itu, 90% merasa rasa gatal pada kulit kepala berkurang setelah satu kali penggunaan.
Post-workout scalp recovery tidak perlu rumit
Langkah paling relevan setelah olahraga adalah tidak membiarkan kulit kepala tetap sangat lembap terlalu lama.
Setelah aktivitas dengan produksi keringat tinggi, keringkan rambut dan scalp dengan baik. Hindari langsung mengenakan kembali helm, topi, atau penutup kepala ketika rambut dan kulit kepala masih sangat basah oleh keringat karena kelembapan dapat tertahan lebih lama.
Jika kulit kepala terasa sangat berminyak, penuh residu, atau mulai gatal, bersihkan sesuai kebutuhannya. Sementara bagi mereka yang mengalami ketombe berulang, Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo dapat digunakan secara konsisten sebagai bagian dari rutinitas perawatan dandruff-prone scalp.
Hal lain yang penting: tidak setiap kulit kepala yang berkeringat berarti bermasalah. Namun ketika pola yang sama terus berulang, misalnya selesai berolahraga lalu scalp terasa gatal dan flakes kembali muncul, kondisi tersebut menjadi sinyal untuk melihat kembali kebutuhan kulit kepala, bukan sekadar menambah intensitas cleansing.
Jika ketombe terus menetap atau semakin berat, terutama apabila disertai kemerahan luas, luka, sisik tebal, atau kerontokan rambut yang tidak biasa, pemeriksaan oleh Dermatologist diperlukan untuk memastikan penyebab dan perawatan yang tepat.
Recovery setelah olahraga tidak berhenti ketika napas kembali normal atau otot selesai diregangkan. Bagi kulit kepala yang rentan berketombe, memahami respons scalp terhadap keringat dan merawatnya sesuai kebutuhan juga dapat menjadi bagian dari post-workout routine.

