Thursday, February 26, 2026
HomeEntertainmentTak Kuasa Tahan Tangis, Christine Hakim Ungkap Pesan Kemanusiaan di Balik "Laut...

Tak Kuasa Tahan Tangis, Christine Hakim Ungkap Pesan Kemanusiaan di Balik “Laut Bercerita”

IndonesianJournal.id, Jakarta – Pengumuman resmi daftar pemain adaptasi film panjang Laut Bercerita di XXI Plaza Indonesia, sempat diliputi suasana haru. Saat diberi waktu menyampaikan testimoni, tangis Christine Hakim jatuh begitu saja. 

Karakternya sebagai ibu dari Biru Laut tampak masih menyisakan bekas di lubuk hati aktor senior tersebut. Tidak hanya bicara soal akting, Christine Hakim berbicara tentang luka bangsa dan esensi kemanusiaan yang mulai memudar.

"Tangis Christine Hakim saat memberikan testimoni"
“Tangis Christine Hakim saat memberikan testimoni”. Doc. Poplicist

Sambil menahan tangis, Christine mengungkapkan betapa berat beban emosional yang ia pikul saat menyelami karakternya tersebut. Ia mengungkit perasaan seorang ibu yang kehilangan anaknya tanpa kepastian. 

“Ini sebetulnya yang lebih berat lagi, karena masih punya harapan anaknya suatu hari kembali. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana itu,” tuturnya dengan suara bergetar.

Bagi Christine, keterlibatannya dalam film arahan Yosep Anggi Noen ini bukan sekadar urusan profesional. Ia menyoroti fenomena sosial saat ini, di mana kepedulian terhadap sesama manusia seolah kalah oleh hal-hal lain. Ia membandingkan bagaimana gerakan penyelamatan hewan (animal rescue) begitu diapresiasi di mancanegara, namun gerakan untuk menyelamatkan nyawa manusia sering kali luput dari perhatian.

“Pesan utama yang saya dapatkan adalah sebagai makhluk ciptaan Tuhan, apakah iya sesama manusia kita tidak harus dan wajib saling menyayangi?” tanyanya retoris di depan para hadirin.

Sentilan untuk Indonesia di Era Digital

Aktris peraih banyak Piala Citra ini juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap media sosial. Menurutnya, meski informasi lebih mudah didapat, nyawa manusia kini terasa semakin murah. Ia mengingatkan bahwa mengambil hak hidup seseorang adalah bentuk kesewenang-wenangan terhadap hak prerogatif Tuhan.

Pernyataan Christine Hakim mencapai puncaknya saat ia menyinggung dasar negara Indonesia. Ia merasa prihatin karena di negeri yang menjunjung tinggi sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, akan tetapi fenomena penghilangan nyawa dan kekerasan menjadi hal lumrah.

“Di negeri tercinta ini, di mana Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sila pertama dasar kita bernegara, justru itu yang paling diabaikan,” pungkasnya yang langsung disambut tepuk tangan haru dari jajaran pemain lain, termasuk Dian Sastrowardoyo dan Reza Rahardian.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments