Integrasi Moda Transportasi Yogyakarta Terbaru, Kulon Progo-Parangtritis Tersambung

Indonesian Journal, Yogyakarta – Rencana integrasi moda transportasi Yogyakarta mulai mengarah pada perubahan besar cara wisatawan bergerak di kawasan DIY. Jalur yang menghubungkan Kulon Progo hingga Parangtritis kini tengah disiapkan sebagai satu kesatuan sistem mobilitas.

Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, menyebut konsep ini memungkinkan wisatawan mengakses pusat kota tanpa harus bergantung pada bus yang masuk ke kawasan padat seperti Malioboro.

“Wisatawan bisa dari mana saja naik kereta menuju ke Malioboro,” ujarnya di Sarasehan Syawalan beberapa waktu lalu.

Skema ini tidak berdiri sendiri. Penataan awal disebut sudah berjalan melalui pengaturan parkir di kawasan penyangga seperti Maguwoharjo. Dari titik tersebut, pergerakan wisatawan akan dialihkan ke moda transportasi yang lebih terintegrasi.

Lebih jauh, integrasi ini juga mencakup reaktivasi stasiun di wilayah Kulon Progo hingga pengembangan jalur ke arah selatan. Sistem ini diharapkan menjadi penghubung antarkawasan tanpa ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Di sisi lain, dorongan perubahan ini tidak lepas dari kondisi di lapangan. Ratusan bus yang melintas setiap hari di kawasan Titik Nol dinilai berisiko terhadap bangunan cagar budaya.

“Getaran bus berpotensi membahayakan bangunan bersejarah,” kata GKR Mangkubumi.

Seluruh langkah ini, lanjutnya, tidak hanya soal mobilitas, tetapi juga keberlanjutan kawasan dalam jangka panjang.

“Kami ingin kawasan ini tetap lestari, bahkan hingga lebih dari 1.000 tahun ke depan,” ujarnya.

Skema lengkap integrasi moda transportasi di Yogyakarta ini telah rampung dalam bentuk cetak biru. 

Bagaimana menurut IJ-ers, apakah langkah keberlanjutan ini berdampak pada rencana jalan-jalan kalian ke Yogyakarta?

Community Podcast

Latest articles

Related articles