Mengenal Frontotemporal Dementia (FTD), Penyakit di Balik Menurunnya Kondisi Bruce Willis

Indonesian Journal, Jakarta – Terhitung sejak Maret 2023 actor laga Hollywood, Bruce Willis dinyatakan menderita Frontotemporal Dementia (FTD). Sebelumnya, pada tahun 2022 actor Die Hard ini mengalami gangguan bahasa, atau istilah medisnya disebut Afasia. Kondisi gangguan ini membuatnya terpaksa pensiun sebagai aktor.

Demensia frontotemporal atau frontotemporal dementia (FTD) adalah jenis demensia yang memengaruhi lobus frontal dan temporal otak, yakni otak bagian depan dan samping. Mengutip dari hellosehat diketahui, berbeda dari penyakit yang menyebabkan hilangnya ingatan atau pikun, Alzheimer, FTD menyebabkan penyusutan otak dimana penderita mengalami gejala yang ditimbulkan hampir serupa dengan masalah kejiwaan, sehingga sering kali salah diagnosis.

Masih mengutip dari hellosehat.com, yang diambil dari situs John Hopkins Medicine yang menyatakan ada beberapa jenis frontotemporal dementia, di antaranya sebagai berikut:

  • FTD varian depan. Tipe FTD yang lebih memengaruhi perilaku dan kepribadian.
  • Afasia progresif primer. Afasia artinya kesulitan berkomunikasi dan tipe FTD ini terbagi lagi menjadi dua, yakni afasia nonfluen progresif yang memengaruhi kemampuan berbicara, serta demensia semantik yang memengaruhi kemampuan menggunakan dan memahami bahasa.
  • Tipe FTD lainnya. Tipe ini sangat langka dan memengaruhi gerakan tubuh, sehingga menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit Parkinson dan penyakit ALS (amyotrophic lateral sclerosis) atau dikenal dengan penyakit Lou Gehrig.

Hingga saat ini ilmu kedokteran masih terus berupaya menemukan obat yang efektif untuk FTD. Masalah utamanya adalah perubahan fisik pada protein otak penderita FTD sangat sulit diobservasi secara mendalam tanpa melihat jaringan sarafnya secara langsung. Inilah mengapa langkah Bruce Willis mendonasikan otaknya dianggap sebagai kontribusi luar biasa bagi dunia kedokteran.

Gejala yang Sering Terabaikan Berbeda dengan demensia pada umumnya yang menyerang lansia di atas 70 tahun, FTD sering muncul lebih awal, yakni di rentang usia 45 hingga 65 tahun. Karena menyerang kepribadian, banyak keluarga yang awalnya mengira anggota keluarga mereka hanya mengalami depresi atau masalah kesehatan mental biasa, sehingga diagnosis seringkali terlambat diberi.

Community Podcast

Latest articles

Related articles