Indonesian Journal, Jakarta — Transformasi digital perbankan kini tidak hanya soal efisiensi layanan, tetapi menjadi penggerak perluasan finansial bagi UMKM di Indonesia. Hal ini terlihat dari langkah PT Bank SeaBank Indonesia. Bank dengan layanan digital tersebut mengombinasikan pertumbuhan bisnisnya dengan penguatan kapasitas pelaku usaha kecil melalui program UMKM berbasis digital.
SeaBank mencatat kinerja positif sepanjang kuartal I-2026 dengan laba bersih setelah pajak mencapai Rp375,6 miliar. Pertumbuhan ini setara dengan 288 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Selain itu, bank digital tersebut juga membukukan pertumbuhan aset menjadi Rp49,7 triliun serta penyaluran kredit sebesar Rp34,80 triliun.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan finansial digital yang praktis dan mudah diakses.
“SeaBank telah menjadi rekan yang membantu masyarakat bertransaksi dengan lebih mudah dan cepat. Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menciptakan akses yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat,” ujar Sasmaya.
Meski mencatat pertumbuhan bisnis yang agresif, SeaBank menekankan strategi pertumbuhan yang tetap pruden melalui penguatan kualitas kredit dan pengelolaan risiko. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross yang terjaga di level 1,56 persen.
“SeaBank memastikan kecukupan permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 21,88% di akhir kuartal I-2026,” tambah Sasmaya.
Namun, fokus utama perusahaan tahun ini tidak hanya berada pada ekspansi bisnis, melainkan juga memperluas inklusi keuangan melalui pemanfaatan teknologi digital. SeaBank menilai transformasi digital perbankan dapat membuka akses layanan keuangan khususnya kepada pelaku usaha kecil.
Kolaborasi Bersama Perluasan Finansial bagi UMKM
Komitmen tersebut diwujudkan lewat kolaborasi bersama Kementerian UMKM dan Kementerian Komunikasi dan Digital RI melalui program “UMKM Digital Finance Tour”. Program yang digelar di empat kota besar Indonesia ini menghadirkan pelatihan pengelolaan keuangan digital bagi pelaku usaha lokal.
Dalam program tersebut, SeaBank memperkenalkan platform “UMKM Pintar” yang dapat diakses gratis oleh masyarakat. Salah satu fitur utamanya adalah “Kalkulator Pintar”. Layanannya dapat membantu pelaku usaha menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), memantau kondisi keuangan, hingga menyusun pengelolaan bisnis secara lebih profesional.
Langkah ini mencerminkan perubahan arah transformasi bank digital yang kini tidak lagi hanya berfokus pada kecepatan transaksi dan efisiensi operasional. Terdapat rencana layanan bank digital memainkan peran sebagai enabler ekonomi digital bagi sektor usaha kecil.
Hingga Maret 2026, SeaBank telah melayani lebih dari 30 juta nasabah dengan rata-rata lebih dari 13 juta transaksi per hari. Perputaran dana bank digital ini mencapai lebih dari Rp6 triliun setiap harinya. Tingginya aktivitas tersebut menunjukkan meningkatnya adopsi layanan finansial digital di tengah masyarakat.
Selain itu, peluang perluasan finansial bagi UMKM melalui ekosistem perbankan digital kian meningkat.
