UMKM Lokal Jadi “Etalase Berjalan” di Kereta, KAI Services Catat Lebih dari 180 Mitra Aktif

Indonesian Journal, Bogor — Produk UMKM lokal kini dinikmati jutaan penumpang KAI tanpa harus beranjak dari kereta. Dari mendoan Purwokerto, tahu walik Banyuwangi, hingga kopi hitam buatan pemahat asal Yogyakarta, tersaji di atas kereta jarak jauh 

Sebagai bagian dari program kemitraan PT KAI Services yang terus berkembang, produk UMKM memiliki tempatnya tersendiri. Dalam paparan di IPB Dramaga, Bogor, Lies Permana Lestari menyebutnya sebagai “etalase berjalan yang memperkenalkan merek lokal ke konsumen dari berbagai provinsi”.

Saat ini KAI Services mengelola layanan di atas 270 nomor kereta api dengan 1.924 train attendant yang tersebar di 11 regional dari Medan hingga Surabaya. Sedangkan total mitra aktif yang tergabung dalam ekosistem distribusi kereta api nasional mencapai lebih dari 180 pelaku usaha.

“Karena volume (kebutuhan) kita banyak sekali, mas. Seperti tadi saya katakan di atas panggung, kita itu 51.000.000 penumpang tahun lalu. Tapi, itu termasuk komuter. Nah, kalau makanan kan hanya disajikan di kereta jarak jauh. Itu sekitar 26.000, dari Januari-Mei 2026 saja. Potensi penumpang naik 10 persen,” ungkap Direktur Bisnis Konsumer KAI Services itu, Jumat (12/6).

Lies Permana Lestari, Direktur Bisnis Konsumer KAI Services.
Lies Permana Lestari, Direktur Bisnis Konsumer KAI Services. Dok. Redaksi

Kisah Sukses Mitra UMKM Kereta Api

Sejumlah produk makanan dan minuman lokal mencatat pertumbuhan signifikan setelah masuk ke jalur distribusi KAI Services. Cuank Enak, UMKM produsen cilok, mencatat lonjakan transaksi dari 16.400 di tahun 2025 menjadi 203.000 di tahun 2026.

Kopi Hitam dari Yogyakarta tumbuh dari 103.000 unit pada 2022 menjadi 399.000 unit sepanjang 2025. Produk minuman ini dirintis oleh seorang pematung yang pertemuannya dengan KAI Services membuka akses pasar yang jauh lebih luas. Hot Coklat, yang viral di media sosial dan berasal dari ekosistem Brownies Amanda, bahkan menyentuh angka 974.000 unit.

Sejumlah produk camilan UMKM juga mencatatkan penjualan positif sepanjang 2026. Tahu walik terjual 3.336 unit, stick keju ulir 1.790 unit. Terdapat juga produk kulit ayam crispy 1.456 unit, kripik singkong panggang 905 unit, dan pempek crunchy 625 unit.

Kualitas Terjaga Lewat Kurasi Berlapis

Lies menjelaskan bahwa salah satu pintu kemitraan KAI Services masuk melalui pembinaan Kementerian Perdagangan. Dirinya yakin standar kualitas dan konsistensi produk sudah relatif terjaga sebelum masuk ke atas kereta.

“Kami berkesempatan mengkurasi para UMKM yang telah dilakukan pembinaan dan pendampingan oleh Kementerian Perdagangan, sehingga istilahnya kami sudah dapat yang bagus,” ujar Lies, yang pernah menjabat sebagai Direksi Sarinah tersebut.

Proses untuk menjadi mitra KAI Services sendiri berjalan dalam lima tahap. Dimulai dari kurasi produk, dilanjutkan survei ke pelanggan, pengiriman surat penawaran, negosiasi, hingga pembuatan berita acara negosiasi. Lies menegaskan bahwa pihaknya juga memiliki tanggung jawab untuk mendampingi para mitra dalam memenuhi kebutuhan suplai yang terus bertumbuh.

“Ini merupakan tanggung jawab kami untuk bisa mendampingi para UMKM itu untuk bisa akhirnya memenuhi jumlah kebutuhan yang ada di kami di KAI,” katanya.

Identitas Lokal Jadi Kekuatan Utama

Pendekatan yang diterapkan KAI Services dalam memilih produk UMKM bukan sekadar soal kualitas, tetapi juga soal kekhasan daerah. Setiap produk yang masuk ke atas kereta diupayakan merepresentasikan identitas kuliner dari wilayah yang dilalui rute tersebut.

“Kami lewat Cirebon, kami menjual makanan khas Cirebon seperti kupat gentong dan nasi jamblang. Di Purwokerto kami jual mendoan, dan di Banyuwangi kami jual tahu walik,” jelas Lies.

Pendekatan ini sekaligus menjadi strategi KAI Services dalam berkontribusi pada ekonomi kerakyatan di daerah. Sebagai anak perusahaan BUMN, KAI Services menyebut pelibatan produk lokal ke dalam jaringan kereta api nasional sebagai bentuk nyata tanggung jawab perusahaan.

Dengan 51 juta penumpang kereta api pada tahun lalu dan pertumbuhan yang terus berlanjut, produk UMKM lokal di kereta KAI kini memiliki pasar yang semakin luas untuk terus berkembang dan dikenal oleh masyarakat dari berbagai provinsi.

Community Podcast

Latest articles

Related articles