Indonesian Journal, Jakarta — Institut Français Indonesia (IFI) Jakarta mengelola rata-rata 435 kilogram sampah setiap bulan. Berdasarkan kalender kegiatan yang dibagikannya, lembaga budaya ini rutin menggelar aktivitas terbuka untuk publik, mulai dari pemutaran film, lokakarya, hingga forum tematik seperti seminar mode Indonesia-Prancis. Volume sampah tersebut mencerminkan skala aktivitas harian IFI di tengah masyarakat Jakarta.
Sebagai bagian dari strategi diplomasi lingkungan Kedutaan Besar Prancis, IFI menjalin kemitraan dengan Waste4Change sejak 2018 untuk mengelola sampah dari aktivitas hariannya. Kemitraan ini mencakup pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah dari berbagai kegiatan publik yang digelar IFI sepanjang tahun.
Diplomasi Lingkungan di Balik Kemitraan IFI dan Waste4Change
Climate and Biodiversity Policy Officer Kedutaan Besar Prancis-IFI, Florine Maurel, mengatakan kemitraan ini diinisiasi Kedutaan Besar Prancis-IFI sebagai bagian dari strategi diplomasi lingkungan yang mendorong praktik ekonomi sirkular.
“Prancis mendorong diplomasi lingkungan yang aktif dan menempatkan isu lingkungan sebagai inti kerja kedutaan besarnya. Di mana, daur ulang sampah dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan dipraktikkan setiap hari,” kata Florine.

Kemitraan ini menjadi sorotan publik setelah IFI membagikan konten reel di Instagram pada awal Juli lalu, yang menampilkan kunjungan tim ke fasilitas Waste4Change (30/6). Florine mengatakan kunjungan tersebut pada dasarnya merupakan pemantauan rutin dalam kerangka kemitraan yang sudah berjalan.
“Kunjungan ke Waste4Change pada 30 Juni terutama merupakan kunjungan pemantauan sebagai bagian dari kemitraan kami yang berlangsung,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tim IFI turut melihat momen itu sebagai peluang untuk mendokumentasikan proses pengolahan sampah dan membagikannya ke publik demi transparansi.
“Dengan menunjukkan apa yang terjadi setelah sampah meninggalkan IFI Jakarta, kami berharap dapat memberi transparansi lebih besar kepada pengunjung kami,” kata Florine.
Konten reel tersebut, menurut Florine, merupakan hasil kolaborasi antara tim lingkungan dan tim komunikasi IFI Jakarta sejak tahap awal, mulai dari penentuan pesan utama hingga penyajian konten kepada publik.
Dari Pemilahan hingga Daur Ulang, Begini Sampah IFI Dikelola
Dalam praktiknya, IFI Jakarta menyediakan lima titik pemilahan sampah di fasilitasnya, dengan tim Waste4Change mengambil sampah setiap dua minggu sekali. IFI juga memasang poster panduan pemilahan untuk membantu pengunjung, meski Florine mengakui masih ada sampah tercampur yang kemudian dipilah ulang oleh tim Waste4Change.
Berdasarkan data resmi IFI untuk periode Januari-Mei 2026, rata-rata sampah bulanan tersebut terdiri dari 151,9 kilogram kategori lainnya, 101,7 kilogram sampah organik, dan 83,4 kilogram kertas. Sisanya mencakup 77,6 kilogram plastik, 17,5 kilogram kaca, dan 3,5 kilogram logam.
IFI menyebut volume sampah turut dipengaruhi kegiatan budaya, edukasi, dan publik sepanjang tahun, termasuk periode ujian yang menarik banyak pengunjung. Volume bulanan tercatat berfluktuasi, dari 326,2 kilogram pada Mei hingga 551,4 kilogram pada April.
Waste4Change secara rutin memberikan laporan tertulis kepada IFI mengenai kuantitas sampah yang dikumpulkan serta metode pengolahannya. Berdasarkan data yang sama, rata-rata 42,2 persen sampah yang dikumpulkan didaur ulang menjadi produk baru. Sementara itu, 23,2 persen diolah melalui pengomposan dan budi daya larva Black Soldier Fly (BSF) untuk pakan hewan. Sedangkan sisanya, 34,7 persen dikonversi menjadi bahan bakar alternatif.
“Berdasarkan data dari Januari hingga Mei, rata-rata 42,2 persen sampah yang dikumpulkan di IFI Jakarta didaur ulang menjadi produk baru. 23,2 persen dipulihkan melalui pengomposan dan budi daya BSF, dan 34,7 persen dikonversi menjadi bahan bakar alternatif,” kata Florine.
Florine menambahkan bahwa laporan tersebut saat ini digunakan terutama untuk pemantauan dan evaluasi internal.
