Indonesian Journal, Jakarta – Di tengah momentum ARUNA International Summit 2026 yang digelar di salah satu hotel di bilangan Kuningan Jakarta Selatan, pada Jum’at (4/9), sebuah percakapan yang semakin penting dalam dunia aesthetic medicine: bagaimana inovasi dapat berjalan bersama evidence-based practice, clinical experience, dan pendekatan yang lebih individualized.
Acara ini menghadirkan tiga perspektif yang saling melengkapi: Diana Pungky sebagai figur yang telah menjadi bagian dari perjalanan industri kecantikan lintas generasi, Dr. Tae Jo Kang, plastic surgeon dan Chief Director Yujin Plastic Surgery dari Korea, serta Mr. Joshua Kim, Regional Senior Director APAC SCITON yang membawa perspektif perkembangan teknologi dan industri aesthetic medicine di kawasan Asia Pasifik.
Berbicara tentang aesthetic medicine saat ini tidak lagi membahasa bagaimana agar telihtat lebih muda saja, tapi juga bagaimana kulit bisa menjadi lebih sehat natural, yang dipahami, secara otomatis kulit akan terlihat lebih baik dengan efek awet muda. Dan untuk treatementnya sendiri cendrung lebih ke arah dan personalized treatment yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan setiap individu.
Tren tersebut menjadi pembahasan dalam “The Art of Timeless Beauty”, beauty talkshow yang dihadirkan SCITON dalam rangkaian ARUNA International Summit 2026. Acara ini mempertemukan perspektif beauty, clinical expertise, dan teknologi aesthetic medicine melalui Diana Pungky, Dr. Tae-jo Kang, plastic surgeon sekaligus Chief Director Yujin Plastic Surgery dari Korea, serta Joshua Kim, Regional Senior Director APAC SCITON.
Dalam perbincangan hangat sepanjang lebih kurang 90 menit ini menghadirkan artis cantik dengan kulit awet muda, Diana Pungky, yang mengungkapkan pengalaman menggunakan Treatment Laser SCITON.
“Buat perawatan kecantikan sebenarnya sudah aku lakukan dari usia belasan tahun. Dulu ibuku yang selalu menganjurkan dengan jamu-jamuan. Dan itu terbawa sampai saat ini. Menurut Aku kecantikan dan kesehatan kulit itu infestasi jangka panjang ya,” ungkap Diana Punky saat ditemui awak media di tengah-tengah acara.
“Semakin bertambah usia nggak cuma skincare aja, tapi juga treatment di klinik kecantikan. Akhirnya udah setahun ini aku pakai treatment laser SCITON dan suka. Hasilnya instan, aku bisa langsung beraktivitas,” jelas Diana Pungky yang kini juga menjadi Brand Ambassador SCITON.
Pengalaman tersebut sejalan dengan arah perkembangan aesthetic medicine yang semakin menekankan hasil natural. Perawatan estetika tidak lagi semata-mata bertujuan mengubah penampilan secara drastis, tetapi menjaga kualitas kulit, meningkatkan rasa percaya diri, dan mempertahankan karakter wajah.
Selain Diana Pungky, ada juga Dr. Tae-jo Kang yang melaskan penanganan Melasma, salah satu masalah pigmentasi yang membutuhkan pendekatan hati-hati. Dr. Tae-jo Kang menjelaskan bahwa penggunaan energi dalam treatment perlu dikontrol, terutama karena energi yang terlalu tinggi berpotensi memicu hiperpigmentasi.
“Melasma sangat sensitif. Saya menggunakan sekitar 640 pulses dengan energi yang sangat rendah karena jika energinya terlalu tinggi, justru dapat memicu hiperpigmentasi. Karena itu, saya lebih mengontrol energi pada level rendah dan melakukan treatment secara berulang,” ujar Dr. Tae-jo Kang.
Masih menurut Dr. Tae-jo Kang, treatment melasma juga harus disesuaikan dengan kedalaman pigmentasi. Untuk superficial pigmentation atau pigmentasi yang berada di lapisan epidermis, Moxi dapat digunakan untuk membantu menghilangkannya.
“Namun, melasma harus dilihat terlebih dahulu apakah berada di lapisan epidermal atau dermal. Jika pigmentasinya lebih dalam atau dermal, pendekatannya berbeda dan harus lebih berhati-hati,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Tae-jo Kang menjelaskan kebutuhan pasien yang semakin spesifik. “Pasien tidak lagi menginginkan perubahan yang terlihat, tetapi juga peningkatan kwalitas kulit yang terlihat natural
Kemudian, pada sesi “From Experience to Expertise — Why Doctors Choose BBL & MOXI”, Dr. Tae-jo Kang turut membahas kebutuhan pasien yang semakin spesifik. Pasien tidak hanya menginginkan perubahan yang terlihat, tetapi juga peningkatan skin quality, hasil yang natural, dan treatment yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Para partisipan nampak memiliki perubahan yang cukup signifikan setelah mendapat perawatan. Kulit lebih kencang dan sehat dalam waktu singkat. Wajah juga nampak lebih segar.
SCITON menghadirkan teknologi berbasis light dan laser, termasuk BBL dan MOXI yang menjadi bagian dari perkembangan aesthetic treatment menuju pendekatan yang lebih precise, versatile, dan personalized. Teknologi tersebut tidak hanya dinilai berdasarkan kecanggihannya, tetapi juga bagaimana penggunaannya dapat mendukung clinical decision-making dan treatment strategy.
Melengkapi perspektif klinis, Mr. Joshua Kim, Regional Senior Director APAC SCITON, membawa pembahasan mengenai perkembangan teknologi aesthetic medicine serta bagaimana kebutuhan pasar Asia Pasifik terus berkembang. Joshua melihat langsung bagaimana teknologi aesthetic berkembang dari treatment yang bersifat corrective menuju pendekatan yang semakin personalized, precise, versatile, dan focused on skin quality.Melalui sesi “SCITON Technology Spotlight — BBL & MOXI”, peserta mendapatkan gambaran mengenai
teknologi di balik treatment modern sekaligus bagaimana inovasi tersebut terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dokter dan pasien yang semakin sophisticated.

