Indonesian Journal, Malang — UNIQLO akan membuka toko pertamanya di Kota Malang pada 30 Oktober 2026, berlokasi di Mall Olympic Garden (MOG). Gerai seluas 1.805 meter persegi ini menjadi toko ke-84 menurut keterangan perusahaan yang dikutip sejumlah media. Arus wisatawan menuju Kota Batu yang melewati Malang disebut sebagai salah satu potensi pasar, tetapi kontribusinya belum terukur secara terbuka.
Kehadiran peritel pakaian asal Jepang tersebut berlangsung ketika kunjungan wisatawan ke Kota Batu terus meningkat. Namun, pertumbuhan pariwisata belum otomatis menunjukkan besarnya belanja wisatawan di pusat perbelanjaan Kota Malang.
UNIQLO MOG menempati lantai 1 pusat perbelanjaan tersebut dan dijadwalkan beroperasi mulai pukul 10.00 WIB. Toko ini menyediakan koleksi pakaian untuk pria, wanita, anak-anak, dan bayi, termasuk pilihan busana hangat menjelang libur akhir tahun.
Koleksi tersebut juga dipersiapkan untuk kebutuhan masyarakat yang beraktivitas di kawasan sejuk, termasuk wilayah Kota Batu dan sekitarnya. Meski demikian, penyediaan produk yang sesuai dengan karakter iklim belum membuktikan bahwa wisatawan menjadi sasaran utama pembukaan gerai.
COO PT Fast Retailing Indonesia, Ryohei Sato, menyatakan pembukaan toko di Malang merupakan upaya mendekatkan produk UNIQLO kepada konsumen setempat.
“Kami sangat gembira akhirnya dapat menghadirkan UNIQLO lebih dekat dengan masyarakat Malang. Kami berharap koleksi LifeWear dapat menjadi bagian dari keseharian individu maupun keluarga melalui pakaian yang nyaman, berkualitas, dan fungsional,” ujar Sato sebagaimana yang dikutip Malang Post (27/10/2026).
Pernyataan mengenai wisatawan Batu yang transit di Malang juga beredar dalam pemberitaan lokal. Namun, atribusi penutur dan konteks lengkap pernyataan tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Selama pembukaan pada 30 Oktober hingga 1 November 2026, pelanggan dengan transaksi minimum Rp699.000 berkesempatan memperoleh tumbler eksklusif. Transaksi minimum Rp1.000.000 juga memberikan kesempatan mengikuti program gachapon, sesuai syarat dan ketersediaan hadiah.
Seberapa Besar Arus Wisatawan Malang-Kota Batu?
Dinas Pariwisata Kota Batu mencatat 6.432.526 kunjungan wisatawan selama Januari–Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 6.011.370 kunjungan pada periode yang sama tahun 2025 dan 5.297.140 kunjungan pada 2024.
Berdasarkan perhitungan redaksi, jumlah kunjungan pada Januari–Juli 2026 meningkat sekitar 7 persen dibandingkan 2025. Dibandingkan periode yang sama pada 2024, kenaikannya mencapai sekitar 21,4 persen.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya aktivitas perjalanan menuju Kota Batu. Namun, angka kunjungan ini belum menjelaskan pergerakan sebenarnya wisatawan dari Malang, berapa lama mereka berada di sana, atau berapa uang yang dibelanjakan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, juga menyoroti tantangan untuk mendorong wisatawan tinggal lebih lama. Pemerintah daerah perlu memastikan peningkatan kunjungan turut memperbesar perputaran uang dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dengan demikian, potensi pasar dari wisatawan yang melintasi Malang masih membutuhkan data tambahan. Jumlah kunjungan ke destinasi wisata tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah calon pembeli di toko ritel.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang sendiri mencatat 934.993 perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Kota Malang pada Juli 2026. Angka tersebut meningkat 3,89 persen dibandingkan Juli 2025.
Pada periode yang sama, tingkat penghunian kamar hotel di Kota Malang mencapai 48,01 persen. Tingkat hunian hotel berbintang tercatat lebih tinggi, yakni 60,22 persen, dengan rata-rata lama menginap tamu mencapai 1,38 hari.
Ekspansi UNIQLO ke Kota Malang dan Lainnya
Pembukaan UNIQLO menambah pilihan ritel di Mall Olympic Garden, yang juga menjadi bagian dari persaingan pusat perbelanjaan untuk menarik pengunjung. Pengelola MOG menyebut jumlah kunjungan harian rata-rata mencapai 15.000 orang, dengan sebagian besar pengunjung datang untuk berekreasi.
Pengelola juga menargetkan kehadiran sejumlah penyewa baru, termasuk UNIQLO, Lacoste, Foot Locker, dan Lego, hingga November 2026. Penambahan merek tersebut diharapkan memperkuat daya tarik mal bagi pengunjung.
Meski demikian, jumlah pengunjung tidak sama dengan jumlah transaksi. Sebagian pengunjung mungkin hanya berjalan-jalan, makan, menonton, atau menikmati fasilitas mal tanpa membeli produk dari tenant tertentu.
Pengelola MOG juga mengakui adanya penyesuaian daya beli yang terlihat pada nilai transaksi pengunjung. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa keramaian pusat perbelanjaan belum tentu sejalan dengan peningkatan omzet seluruh penyewa.
Untuk menilai dampak ekonomi UNIQLO, diperlukan data yang lebih spesifik. Indikatornya mencakup jumlah transaksi, nilai belanja, proporsi pembeli dari luar kota, serta perubahan omzet tenant dan aktivitas ekonomi pendukung.
Pembukaan toko di Malang berlangsung bersamaan dengan pembukaan UNIQLO 23 Semarang Shopping Center pada 30 Oktober 2026. Gerai tersebut menjadi toko ketiga UNIQLO di Kota Semarang.
Laporan Malang Post menyebut kedua pembukaan tersebut sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan produk LifeWear ke berbagai daerah. Namun, jumlah gerai nasional dan sebaran kota perlu diselaraskan dengan data resmi perusahaan.
Ekspansi dua kota secara bersamaan menunjukkan upaya perusahaan menjangkau konsumen regional. Namun, nilai investasi, serapan tenaga kerja, dan kontribusi ekonomi lokal dari kedua gerai belum dapat disimpulkan hanya dari informasi pembukaan.

