Pertama Kali di TEI, UKM Campuspreneur Catatkan Potensi Transaksi

Indonesian Journal, Tangerang – Trade Indonesia Expo menjadi tempat bertemunya pelaku usaha yang sangat hetrogen. Berbagai komoditas, sektor perdagangan hingga skala bisnis, baik pelaku usaha lokal mau pun dari manca negara, bertemu pada ajang tahunan yang digagas Menteri Perdagangan ini.

Tidak hanya pelaku usaha besar, para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) juga mendapat kesempatan untuk melebarkan pasarnya melalui program program Campuspreneur Kementerian Perdagangan. UKM ini berhasil membuat catatan penting di pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41.

Peserta UKM Campuspreneur yang menjadi bagian dari 25 UKM dari 20 perguruan tinggi yang berpeluang kerjasama melalui penandatanganan LoI UKM kampus, yaitu Futra Export dan Pustaka Dagang dari Binus University, Worldwise dari Telkom University, serta Inofarm dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Di sisi lain, buyer internasional yang menandatangani LoI berasal dari Jepang, Belanda, Hong Kong, dan Taiwan. Sementara itu, Sangreat dari Institut Pertanian Bogor dan Colorfood Indonesia dari Universitas Diponegoro masih menjajaki peluang kontak dagang dengan calon buyer internasional.

Memasuki hari kedua pameran, Kamis, (15/10), UKM Campuspreneur berhasil mencatatkan potensi transaksi hingga USD 22,56 juta. Melihat pencapaian tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan sebagai bukti bahwa UKM dari perguruan tinggi mampu memanfaatkan event ini untuk menjangkau market yang lebih luas, bahkan sampai pasar internasional.

Ikut serta dalam TEI ke-41 merupakan kesempatan emas bagi wirausaha muda untuk mengembangkan bisnisnya dan menjajaki peluang ekspor.

“Potensi transaksi di TEI ke-41 menunjukkan adanya peluang bagi produk UKM berbasis perguruan tinggi untuk menjangkau pasar internasional. Perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam melahirkan wirausaha muda yang inovatif dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah. Melalui Campuspreneur, kami mendorong potensi tersebut untuk berkembang menjadi usaha berorientasi ekspor,” ujar Mendag Budi Santoso.

Dalam siaran pers tertulisnya yang diterima tim redaksi Indonesian Journal beberapa hari yang lalu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, Kemendag memfasilitasi peserta UKM Campuspreneur di TEI ke-41 telah melalui proses kurasi dari 80 UKM berpotensi ekspor. Peserta mencakup usaha yang dikembangkan mahasiswa, alumni, dosen, maupun UKM binaan perguruan tinggi.

“Partisipasi dalam pameran dagang internasional perlu didukung kesiapan pelaku usaha, baik dari sisi pemahaman ekspor, kualitas dan desain produk, maupun kemampuan menjalin komunikasi bisnis dengan calon buyer. Campuspreneur mempersiapkan UKM untuk memanfaatkan TEI dalam memperkenalkan produk dan membangun peluang kerja sama,” ujar Puntodewi.

Community Podcast

Latest articles

Related articles