Indonesian Journal, Jakarta — Bus listrik TKDN Indonesia kembali unjuk gigi lewat produk Karoseri Laksana. Perusahaan karoseri asal Semarang ini memamerkan bus listriknya dalam rangkaian IEE Series Engineering Week 2026. Sales Mining Karoseri Laksana Prabowo menyebut produk ini sejalan dengan komitmen pemerintah mendorong efisiensi energi.
“Kendaraan elektrik ini merupakan salah satu program pemerintah sekarang untuk lebih go green,” kata Prabowo. Ia menyebut Laksana turut mendukung arah kebijakan tersebut lewat penyediaan bus listrik. Bus ini menggunakan sasis dari produsen kendaraan listrik VKTR.

Dari sisi performa, bus medium ini mampu menempuh jarak hingga 210 kilometer sekali pengisian daya. Waktu pengisian dari 20 persen hingga penuh hanya membutuhkan 90 menit. Prabowo menyebut performanya sudah teruji, termasuk di jalur menanjak kawasan pertambangan.
Bus ini dirancang fleksibel untuk kebutuhan perkotaan maupun kawasan tambang. Prabowo menyebut produk ini telah lulus uji kelayakan sesuai standar nasional. Fleksibilitas ini menjadi salah satu nilai jual utama di segmen pasar korporasi.
Dari sisi komponen, Karoseri Laksana mengklaim kandungan komponen dalam negeri sudah cukup tinggi. “Kalau untuk komponen nasional yang sesuai dengan TKDN-nya, di atas 40 persen,” ujar Prabowo. Ia menyebut komposisi ini terus disesuaikan agar lebih banyak menyerap komponen lokal.
Soal biaya, Prabowo mengakui investasi awal bus listrik memang lebih besar dibanding bus konvensional. Namun ia mengklaim biaya operasional jangka panjang jauh lebih hemat. Menurutnya, minimnya kebutuhan perawatan mesin menjadi salah satu faktor penghematan tersebut.
Dari sisi pasar, TransJakarta menjadi salah satu klien yang telah menggunakan bus listrik Laksana. Sejumlah instansi pemerintah dan universitas turut memanfaatkan produk ini untuk bus operasional. Di sektor swasta, perusahaan tambang PAMA turut menjadi salah satu penggunanya.
Soal siklus hidup baterai, Prabowo menyebut hal tersebut berada dalam ranah tanggung jawab VKTR. “Untuk siklus hidup baterai kita akan konfirmasi ke VKTR, karena ini sasis yang kita gunakan,” katanya. Pembagian ini mencerminkan pola umum rantai pasok kendaraan listrik, di mana produsen sasis dan baterai memegang data teknis tersebut.
Isu pengelolaan baterai purna pakai ini sejalan dengan perhatian yang berkembang di industri baterai nasional secara luas. Sejumlah pihak sebelumnya menyoroti pentingnya mekanisme daur ulang baterai kendaraan listrik. Penelusuran lebih lanjut ke VKTR berpotensi memperjelas skema pengelolaan baterai bus listrik ini ke depan.
Kehadiran bus listrik TKDN Indonesia dari Karoseri Laksana ini menjadi bagian dari rangkaian IEE Series Engineering Week 2026. Pameran ini berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, hingga 12 September 2026. Engineering Week turut menghadirkan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem.

