IndonesianJournal.id, TAGUIG – Indonesia terus mematangkan langkah untuk bergabung dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, saat bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, di Taguig, Filipina, Jumat (13/3/2026).
Pertemuan bilateral yang berlangsung di sela-sela The 32nd ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Retreat ini fokus pada penguatan arsitektur perdagangan regional yang terbuka dan berorientasi ke masa depan.
Fokus pada Standar Tinggi CPTPP
Wamendag Dyah Roro Esti menegaskan bahwa minat Indonesia bergabung ke CPTPP bukan sekadar soal perluasan pasar, melainkan bagian dari transformasi ekonomi nasional untuk menyesuaikan diri dengan standar kelembagaan global yang maju.
“Indonesia sepenuhnya mengakui prinsip Singapura dalam menjaga standar tinggi dan kredibilitas CPTPP. Kami menjalankan proses ini dengan serius dan berkomitmen jangka panjang,” ungkap Wamendag Roro.
Keikutsertaan Indonesia di CPTPP diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi ekonomi nasional. Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, ekspor Indonesia diperkirakan akan meningkat sebesar 19 persen setelah resmi bergabung dalam pakta perdagangan tersebut.
Apresiasi Implementasi RCEP

Menurut Wamendag Roro, wawasan dari konferensi tersebut sangat berharga untuk meningkatkan implementasi RCEP serta persiapan General Review 2027. Indonesia pun mengharapkan dukungan Singapura untuk prioritas Komite Bersama RCEP (RJC) di bawah Work Programme 2026.
Hubungan Dagang RI-Singapura Terus Tumbuh
Singapura tetap menjadi mitra vital bagi ekosistem perdagangan Indonesia, menduduki posisi kedelapan sebagai tujuan ekspor dan keempat sebagai sumber impor terbesar.
Tren perdagangan kedua negara menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 14,6 persen sejak 2020. Pada tahun 2025, total nilai perdagangan tercatat mencapai USD 19,32 miliar, dengan rincian:
-
Ekspor Indonesia ke Singapura: USD 9,88 Miliar (Gas bumi, perhiasan, emas, timah).
-
Impor Indonesia dari Singapura: USD 9,45 Miliar (Minyak bumi, mesin data, kompas).
Menuju Pembentukan Accession Working Group (AWG)
Sejak resmi mengajukan permohonan aksesi pada September 2024, posisi Indonesia dinilai selaras dengan Auckland Principles. Saat ini, pemerintah menantikan Pertemuan Menteri CPTPP berikutnya sebagai titik prosedural penting untuk kemungkinan pembentukan Kelompok Kerja Aksesi (Accession Working Group/AWG).
VPM Gan Kim Yong menyambut baik keseriusan Indonesia dan menilai bahwa kehadiran kekuatan ekonomi sebesar Indonesia di CPTPP akan semakin memperkuat posisi strategis ASEAN dalam peta perdagangan kawasan.
