HomeEkonomiWamendag Dyah Roro Esti Perkuat Sinergi Dagang dengan Malaysia di AEM Filipina

Wamendag Dyah Roro Esti Perkuat Sinergi Dagang dengan Malaysia di AEM Filipina

IndonesianJournal.id, TAGUIG – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menggelar pertemuan bilateral strategis dengan Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri (MITI) Malaysia, Sim Tze Tzin, di Taguig, Filipina, Jumat (13/3/2026).

Pertemuan ini berlangsung di sela-sela rangkaian The 32nd ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Meeting. Fokus utama pembicaraan kedua pimpinan tersebut adalah penguatan hubungan dagang bilateral serta dukungan Malaysia terhadap langkah besar Indonesia di kancah global.

Dukungan Malaysia untuk Aksesi CPTPP Indonesia

Salah satu poin krusial dalam pertemuan ini adalah komitmen Malaysia dalam mendukung proses aksesi Indonesia ke dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Dukungan ini dinilai sangat strategis mengingat posisi Malaysia sebagai salah satu negara anggota pendiri blok perdagangan tersebut. Sinergi ini diharapkan dapat mempermudah langkah Indonesia dalam memperluas akses pasar di kawasan Pasifik.

Rapor Hijau Perdagangan Bilateral 2025

Dalam kesempatan tersebut, Wamendag Dyah Roro Esti memaparkan bahwa hubungan dagang antara Indonesia dan Malaysia terus menunjukkan tren positif yang signifikan.

Berdasarkan data resmi Kementerian Perdagangan RI, performa perdagangan kedua negara pada tahun 2025 mencatatkan angka yang impresif:

  • Total Perdagangan: USD 24,22 Miliar.

  • Ekspor Indonesia: USD 13,09 Miliar.

  • Impor Malaysia: USD 11,12 Miliar.

“Hubungan perdagangan kita terus menunjukkan momentum positif. Angka ini mencerminkan betapa kuatnya ketergantungan ekonomi dan peluang kolaborasi yang masih luas di masa depan,” ujar Wamendag Roro.

Delegasi RI di AEM Filipina

Turut mendampingi Wamendag RI dalam pertemuan tersebut adalah Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Djatmiko Bris Witjaksono, serta Atase Perdagangan RI Manila, Rahayu Ningsih.

Kehadiran tim teknis ini menegaskan keseriusan Indonesia dalam mengawal setiap butir kesepakatan agar dapat segera diimplementasikan demi keuntungan pelaku usaha di tanah air.

Pertemuan bilateral ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi peningkatan kerja sama ekonomi yang lebih inklusif, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi kawasan ASEAN secara keseluruhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here