Indonesian Journal, Jakarta – Film Juminten Edan, produksi Mercusuar Films, Digital Frame Production dan disutradari oleh Dedy Mercy, Jonathan Ozoh, akan mulai tayang di bioskop dari 23 Juli 2026.
Bergenre horor-thriller film yang dibintangi Meisya Amira sebagai Juminten dan Dimas Aditya sebagai Manto (suami Juminten) membuka cerita dengan adegan Juminten sebagai tukang gado-gado di sebuah pasar di kota dengan Manto sebagai suami yang juga teman Juminten semasa kecil di kampung, dan juga anak mereka, Saskia yang diperankan oleh Sharon Jovian. Meski dibenci sang mertua, tapi Juminten beserta suami dan anak mereka hidup bahagia di kota.
Mendapat kabar bahwa sang mertua meminta mereka sekeluarga pulang kampung, membuat trauma masa lalu Juminten kembali. Kilasan masa kecil yang hampir saja meregut nyawanya, menjadi scene flashback yang menjelaskan siapa Juminten dan Manto dan kenapa Juminten manjadi bisu. Trauma masa kecil yang tidak tuntas ini menjadi memburuk saat Juminten merasa diteror halusinasi yang diciptakan mertuanya untuk memberi kesan Juminten sudah gila.
Sosok Juminten ini sangat menarik. Meisya Amira sebagai pemerannya bermain emosi yang cukup menarik, dari seorang istri dan ibu yang lembut, menjadi orang yang serba ketakutan, kebingungan dan agresif. Hingga akhirnya mampu berkelahi layaknya pendekar untuk melindungi anaknya.
Menyusun scene demi scene maju yang diselingi scene-scene masa lalu yang menjelaskan setiap kejadian mampu membuat penonton bertanya kenapa satu kejadian ini terjadi. Atau kemana ibunya Juminten dan seterusnya, sehingga semua tanda tanya penonton terpuasi diakhir film.
Mengambil latar belakang Jawa Tengah, film Juminten Edan berhasilkan menterjemahkan paduan dari kondisi psikologis yang trauma dengan gangguan ilmu mistis yang bisa diatasi dengan logika. Kondisi ini digaris bawahi oleh tokoh Manto yang harus berhadapan dengan Juminten di scene yang memperlihatkan labilnya emosi Juminten.
Jadi, siap menyaksikan kegilaan Juminten di bioskop?
