Potensi EBT Jawa Timur Capai 188 GW, RUPTL Jadi Sorotan di Surabaya Electric Forum

Indonesian Journal, Surabaya Bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jawa Timur, Surabaya Electric Forum yang digelar pada Rabu (15/7/2026). Forum ini menjadi salah satu agenda utama Indonesia Energy Week Surabaya 2026 yang berlangsung hingga 18 Juli. Tahap implementasi transisi energi nasional menjadi fokus diskusi menarik di Grand City Convention & Exhibition Surabaya.

Dengan tema “East Java Driving Indonesia’s Energy Transition”, perwakilan pemerintah, PLN Group, akademisi, serta pelaku industri ketenagalistrikan bertemu.

Sebagai pembuka, Rektor Institut Teknologi PLN Iwa Garniwa mengangkat transisi energi dan tantangan global yang terjadi. Ia menyebut kesiapan ekosistem nasional sama pentingnya dengan pembangunan pembangkit energi baru terbarukan.

“Suatu saat jaringan listrik bisa saja tidak lagi dibatasi oleh batas negara, sebagaimana yang terjadi pada jaringan telekomunikasi saat ini,” kata Iwa.

Direktur Distribusi PT PLN (Persero) yang juga Sekretaris Jenderal MKI, Arsyadany Ghana Akmalaputri, turut hadir di dalam forum tersebut. Ia mengatakan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 telah memberi arah kebijakan yang jelas, sehingga kecepatan implementasi menjadi penting.

“RUPTL sudah memberikan arah yang jelas. Bukan lagi menentukan tujuan, tetapi seberapa cepat kita mampu mencapai tujuan tersebut,” kata Arsyadany.

Target RPUTL 2025-2034

Secara nasional, RUPTL 2025-2034 menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt dalam sepuluh tahun ke depan. Dari jumlah tersebut, 42,6 gigawatt dialokasikan untuk pembangkit energi baru terbarukan.

Menurut data Institute for Essential Services Reform (IESR). RUPTL yang sama juga masih mengalokasikan tambahan kapasitas pembangkit fosil, termasuk 6,2 gigawatt PLTU batu bara dan 10,3 gigawatt gas.

Guru Besar Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Mochamad Ashari, menyebut Jawa Timur memiliki potensi energi baru terbarukan sekitar 188 gigawatt. Dengan dominasi energi surya dan angin, target penambahan kapasitas EBT akan mencapai 4.251 megawatt. Angka potensi tersebut sejalan dengan data yang pernah disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2024.

“Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor pengembangan energi baru terbarukan nasional. Namun, percepatannya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja,” kata Ashari.

Dari sisi pelaku industri, CEO PT Paiton Energy Fazil Erwin Alfitri menilai transisi energi perlu berjalan bertahap dengan mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada. Paiton Energy merupakan produsen listrik swasta yang mengoperasikan tiga unit PLTU batu bara berkapasitas total 2.045 megawatt di kompleks Paiton, Probolinggo, dengan kontrak jual beli listrik ke PLN hingga 2042.

“Transisi energi bukan berarti meninggalkan apa yang sudah kita miliki, tetapi bagaimana kita terus meningkatkan sistem yang ada sambil membangun teknologi dan kapasitas baru secara bertahap,” kata Fazil.

Pembahasan implementasi transisi energi akan berlanjut pada hari terakhir Surabaya Electric Forum, Jumat (17/7), yang akan membahas kesiapan sumber daya manusia, kebutuhan listrik industri, dan strategi pembiayaan proyek ketenagalistrikan.

Community Podcast

Latest articles

Related articles