Indonesian Journal, Jakarta — Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menargetkan nilai ekspor Indonesia mencapai 315 miliar dolar Amerika Serikat pada 2026. Target ini disampaikan dalam Indonesia F&B Trade Promotion Forum di Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
Forum bertajuk Indonesia F&B Go Global, How Far Can We Go digelar Kementerian Perdagangan bersama SIAL Network.
Roro menyebut pertumbuhan ekspor nasional diproyeksikan 5,3 sampai 6,9 persen tahun ini. Proyeksi ini sejalan dengan capaian ekspor Juni 2026 yang tumbuh 8 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi 25,4 miliar dolar AS.
Khusus sektor makanan dan minuman, ekspor Indonesia tercatat 6,25 miliar dolar AS. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat keempat ASEAN, di bawah Thailand 17 miliar dolar AS, Vietnam 8,8 miliar dolar AS, dan Singapura 6,5 miliar dolar AS.
Pemerintah mengandalkan jaringan perwakilan dagang di 33 negara untuk mempertemukan pelaku usaha F&B dengan calon pembeli internasional. Penjajakan bisnis ini digencarkan menjelang Trade Expo Indonesia yang diproyeksikan diikuti seratus negara, setelah tahun lalu menjaring 8.000 calon pembeli dari seluruh dunia.
“Business pitching ini harus terjadi setiap hari,” kata Roro dalam sesi pembukaan forum.
Kemendag juga menjelaskan fasilitasi UMKM sesuai ukuran usaha. Roro mengatakan pihaknya memfasilitasi langsung UMKM yang sudah siap ekspor untuk bertemu calon pembeli di luar negeri.
“Bagi yang masih mikro, ataupun menengah, kita dari Kementerian Perdagangan membantu fasilitasi agar mereka dapat melakukan penetrasi di retail modern,” kata Roro.
Forum turut dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman. Hadir pula Managing Director SIAL Network ASEAN dan India Henri Tan, serta Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia Anastuty Kusumowardhani.
