Pemulihan Hutan IKN Libatkan Lintas Sektor di Tahura Bukit Soeharto

Indonesian Journal, JakartaUpaya pemulihan hutan IKN kembali diperkuat melalui aksi konkret di lapangan. Otorita Ibu Kota Nusantara bersama berbagai pihak menggelar penanaman pohon di kawasan Tahura Bukit Soeharto, Kalimantan Timur. Aksi ini sebagai respons atas perambahan hutan yang masih terjadi.

Kegiatan yang berlangsung di KM 65 ini menyasar area terbuka akibat aktivitas ilegal dalam beberapa tahun terakhir. Penanaman pohon dilakukan sebagai bagian dari strategi mengembalikan fungsi ekosistem hutan hujan tropis khas Kalimantan.

Sebanyak 100 bibit pohon ditanam, terdiri dari gaharu, balangeran, nyatoh, meranti, dan nyamplung. Bibit tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Mulawarman. Aksi ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat fungsi ekologis dan potensi energi terbarukan di kawasan tersebut.

Pemulihan hutan IKN melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum. Kolaborasi dinilai menjadi kunci, mengingat skala kerusakan hutan yang tidak bisa ditangani secara parsial.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan SDA Otorita IKN, Myrna Safitri, menegaskan bahwa langkah ini sebagai komitmen bersama menjaga kawasan hutan.

“Kita sudah melakukan upaya-upaya persuasif untuk menghentikan kegiatan ini, karena lokasi ini penting sebagai lokasi untuk membangun hutan tropis Kalimantan melalui pendekatan saintifik,” ujarnya (28/4/2026).

Ia juga mengakui bahwa aktivitas ilegal masih kerap berulang jika pengawasan tidak dilakukan secara konsisten.

“Kalau ada patroli, kegiatan ini berhenti, tapi kalau tidak ternyata kegiatan tersebut masih berlangsung. Karena itu, kegiatan hari ini untuk menunjukkan bahwa semua pihak berkomitmen bahwa Tahura ini harus dijaga,” lanjutnya lagi.

Pemulihan Hutan IKN dari Sisi Akademik

Dari sisi akademik, peneliti kehutanan Ibrahim mengingatkan bahwa pemulihan hutan hujan tropis bukan proses instan. Kawasan yang telah lama terbuka membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya penanaman, tetapi juga pengamanan dan perawatan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa hutan hujan tropis memiliki nilai ekologis tinggi, termasuk kemampuannya menyimpan hingga 70 persen vegetasi alami. Menurutnya, pemulihan hutan IKN menjadi krusial dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Melalui langkah ini, Otorita IKN menegaskan arah pembangunan Nusantara sebagai kota hutan berkelanjutan. Namun, seberapa cepat pemulihan bisa berjalan, dan sejauh mana efektivitas kolaborasi lintas sektor ini, menjadi indikator keberhasilan jangka panjangnya.

Reporter : Kintan

Community Podcast

Latest articles

Related articles