Dimulai Dari Menjaga Hutan Aceh, Yagi Forest Melangkah Ke Panggung Dunia

Indonesian Journal, Tangerang – Hutan memang rumah sekaligus laboratorium dengan bahan baku yang tersedia lengkap. Kekayaan hutan tropis Indonesia akan tumbuhan yang memiliki nilai di dunia medis mau pun kecantikan sudah tidak bisa dibantah. Berbagai produk kecantikan dan medis beberapa bahannya merupakan hasil hutan Indonesia.

Farhaniza, founder Yagi Forest, percaya bahwa di balik helai daun dan keasrian hutan Indonesia, terkandung kekayaan alam yang tak bernilai harganya. Kekayaan ini bukan sekadar bahan baku, melainkan fondasi dari sebuah filosofi perawatan diri yang selaras dengan kelestarian bumi.

Dengan kesadaran tersebutlah Farhaniza membangun Yagi Forest yang menjadi lini produk perawatan tubuh yang berkomitmen untuk menghadirkan produk kecantikan alami berkelanjutan. Langkah Yagi Forest membuktikan bahwa inovasi lokal tidak hanya mampu menjawab kebutuhan perawatan kulit, tetapi juga membawa misi besar pelestarian lingkungan hingga ke mancanegara.

“Kami percaya bahwa kecantikan sejati lahir dari pemberian alam yang paling murni,” ungkap Farhaniza yang dikutip dari siaran pers yang diterima tim redaksi Indonesian Journal, Sabtu (17/10).

Farhaniza juga menyatakan komitmennya tentang rasa hormat terhadap bumi dan sumber dayanya, “Komitmen kami melampaui sekadar perawatan kulit; ini adalah wujud rasa hormat yang mendalam terhadap bumi dan sumber dayanya. Dengan menerapkan praktik berkelanjutan di setiap tahapan, kami ingin merawat kulit pengguna sekaligus menjaga planet ini,” lanjutnya.

Memanfaatkan bahan-bahan alami yang dipanen secara etis dari hutan-hutan Indonesia, dengan Biossential Technology, sebuah teknologi inovatif yang menjaga potensi kebaikan alam tetap utuh sekaligus memastikan seluruh formula mudah terurai kembali oleh lingkungan (biodegradable).

Komitmen ini diwujudkan Yagi Forest dengan Yagi Forest menggantikan lebih dari 1.500 kg bahan kimia keras dan surfaktan pencemar air, menolak penggunaan 418 kg bahan mikroplastik, serta mencegah masuknya 198 kg bahan kimia pengganggu hormon (endocrine disruptors) dalam seluruh produk yang dihasilkan.

Terus melakukan inovasi dan perkuat keberadaannya, Yagi Forest siap melangkah ke pasar dunia melalui Trade Expo Indonesia 2026. Sebelumnya Yagi Forest aktif berpartisipasi diberbagai pameran internasional, seperti pada MIHAS di Malaysia, Osaka Expo di Jepang dan OHEC di Oman.

Yagi Forest membidik peluang kerja sama dengan distributordan mitra bisnis internasional pada ajang TEI 2026.  TEI sebagai ruang yang strategis untuk memperkenalkan potensi keanekaragaman hayati Indonesia ke pasar internasional yang kian peduli pada sustainable
beauty.

“Melalui TEI, kami berharap dapat membuka jalur kemitraan global dan memahami lebih dalam kebutuhan pasar internasional. Kami ingin membawa produk asal Aceh yang mengangkat kearifan alam hutan Indonesia dan nilai keberlanjutan ke panggung dunia,” tutup Farhaniza optimis. (dok: Yagi Forest & istimewa)

Community Podcast

Latest articles

Related articles