Indonesian Journal, Jakarta – Peluncuran Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 dan EduNation menandai arah baru pengembangan ekosistem halal Indonesia yang terhubung dengan dunia pendidikan.
Peluncuran ini digelar di Aula Graha Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Rabu (6/5/2026), dengan yang tema strategis. PHI 2026 menjadi platform yang akan mempertemukan industri halal, gaya hidup modern, pendidikan, dan generasi muda.
Melalui kolaborasi lintas sektor, PHI 2026 dan EduNation diharapkan menjadi ruang temu berbagai stakeholder. Hal ini dikarenakan Indonesia dinilai memiliki momentum besar memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekosistem halal global.
Direktur PT Debindo, Vibiadhi Swasti Pradana, mengatakan konsep yang diusung tahun ini membawa diferensiasi dibanding ajang halal lain.
“Pekan Halal Indonesia hadir untuk mengisi ruang yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam berbagai pameran halal yang ada. Kami menghadirkan platform yang tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dan pasar, tetapi juga mengintegrasikan edukasi, literasi halal, sertifikasi, hingga penguatan gaya hidup halal modern,” ujarnya.
Di sisi pendidikan, EduNation 2026 akan diperluas menjadi pameran pendidikan Islam berskala internasional. Ketua KOPIN, Ali Saman Hasan, menyebut ajang ini dirancang untuk membuka akses lebih luas pelajar Indonesia dengan institusi global.
“EduNation tahun ini kami dorong menjadi platform pendidikan Islam internasional. Membuka akses lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk terhubung dengan institusi pendidikan global,” kata Ali.
Menurutnya lagi, kolaborasi dengan PHI menjadi langkah strategis untuk menghubungkan pendidikan dengan nilai-nilai halal yang semakin relevan bagi generasi muda.
Kolaborasi Bersama Deatextile
Selain menghadirkan zona gaya hidup halal dan modest fashion, PHI 2026 dan EduNation juga diperkuat lewat kolaborasi bersama Deatextile. Melalui Textile Trade Event by Deatextile, pameran akan menjadi area khusus industri tekstil dan modest fashion muslim.
Lewat kolaborasi itu, Deatextile akan mempertemukan pelaku industri, brand, buyer, hingga inovator tekstil dalam satu ruang bisnis yang terintegrasi. Kehadiran zonasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok modest fashion nasional. Selain itu, sekaligus membuka jalan agar industri tekstil halal Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
