KBRI Warsawa Dorong UMKM Indonesia Perluas Pasar ke Polandia

Indonesian Journal, Częstochowa – KBRI Warsawa mendorong perluasan pasar produk nasional ke Polandia dan kawasan Eropa Tengah. Upaya itu dilakukan melalui kunjungan ke Toko Beta, salah satu swalayan yang menjadi titik distribusi produk Indonesia di wilayah tersebut.

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah diplomasi ekonomi untuk membaca langsung kebutuhan pasar sekaligus menyerap masukan dari pelaku usaha aktif di sana. Sebelumnya ini juga, KBRI Warsawa melakukan berbagai upaya diplomasi ekonomi seperti halnya Indonesia-Poland Business Forum, dan lainnya. 

Target Pasar Polandia 2026 Masih Sangat Terbuka bagi Produk Indonesia

Pemilik Toko Beta, Yetty Yolanda, mengatakan minat konsumen Polandia terhadap produk Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Produk yang paling banyak dicari antara lain mi instan, teh, kemiri, santan kelapa, serta aneka bumbu masak khas Indonesia.

“Produk Indonesia sejatinya sangat kompetitif dibandingkan produk serupa dari negara Asia lainnya. Kualitasnya bagus dan memiliki cita rasa khas,” ujar Yetty.

Toko-Beta-Częstochowa-Yetty-Yolanda
Pemilik Toko Beta di Częstochowa, Yetty Yolanda (paling kiri). Sumber : KBRI Warsawa

Meski demikian, menurut Yetty, tantangan terbesar saat ini justru terletak pada aspek teknis perdagangan digital. Seperti hal masih belum banyaknya UMKM Indonesia memiliki registrasi EAN Code. Padahal, barcode internasional itu menjadi syarat utama agar produk dapat masuk ke marketplace, jaringan ritel, hingga gudang logistik di Eropa.

“Tantangan terbesar saat ini adalah banyak produk UMKM Indonesia belum memiliki registrasi EAN Code sehingga tidak bisa masuk ke marketplace,” kata wanita asal Ambon itu lagi.

Data perdagangan 2024 menunjukkan impor Polandia dari Indonesia mencapai sekitar USD 1,46 miliar. Nilai itu masih berada di bawah Vietnam yang menembus USD 5,67 miliar, sementara Thailand mencapai USD 1,52 miliar. Angka tersebut memperlihatkan masih terbukanya ruang pertumbuhan bagi produk Indonesia di pasar Polandia, terutama untuk sektor makanan, produk konsumen, dan produk UMKM bernilai tambah.

Di tengah tren belanja daring yang terus meningkat di Eropa, peluang itu dinilai semakin relevan. Bagi UMKM nasional, penetrasi ke pasar seperti Polandia bukan hanya soal ekspor jangka pendek, tetapi juga membuka jalan bagi produk lokal untuk masuk ke rantai pasok regional yang lebih luas.

KBRI Warsawa menyatakan akan terus mendorong promosi produk Indonesia melalui business matching, partisipasi pameran dagang, dan penguatan kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dengan distributor lokal. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di Eropa Tengah.

Community Podcast

Latest articles

Related articles