Indonesian Journal, Bogor — Program pengembangan kewirausahaan berbasis kampus dinilai menjadi salah satu kunci Campus Preneur sukses lahirkan eksportir muda di Indonesia. Hal itu terlihat dalam agenda pelepasan ekspor buah pinang senilai Rp2,2 miliar oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, di IPB Dramaga, Bogor, hari ini (12/6/2026).
Komoditas ekspor tersebut dijalankan PT Export Tani Nusantara, sebuah rintisan mahasiswa IPB University. Selain ekspor pinang ke Bangladesh dan Maladewa, empat komoditas lain berhasil MoU dengan buyer asal Tiongkok. Keberhasilan itu didapat setelah mengikuti Shanghai Expo yang didukung oleh pemerintah.
“Empat produk komoditas pertanian yang diminta. Salah satunya Arabica Beans, Vanilla Beans, Cocoa Beans, dan juga Pinang itu sendiri,” ungkap Al Fiqie, founder PT Export Tani Nusantara.
Menteri Budi Santoso menjelaskan bahwa sukses Al Fiqie dan tim berawal dari keikutsertaannya di Trade Expo Indonesia 2025. Setelah mendapat importir asal Bangladesh dan Maladewa, Kemendag memberikan akses kembali dengan strategi “jemput bola” di Shanghai Expo.
“Perwakilan kita di luar negeri, atase itu wajib mencarikan buyer. Jadi sebelum (eksportir Indonesia) berangkat, itu harus sudah ada calon buyer,” ungkap Budi Santoso.
Selain dukungan dari pemerintah, Al Fiqie juga mengaku adanya peran dari pihak kampus IPB, terutama atas pembekalan ilmu, akomodasi, dan transportasi.
“Itu ditanggung penuh, full funded dari IPB. Kemudian, Kementerian Perdagangan membantu kita dalam support booth, banner, business matching, dan sebagainya di Shanghai, China,” jelasnya.
Pihak kampus menjelaskan, pengembangan wirausaha ekspor dilakukan melalui ekosistem pembinaan terintegrasi, mulai dari kurikulum, inkubasi bisnis, hingga pendampingan pemasaran internasional. Skema tersebut dijalankan melalui visi Socio-techno Entrepreneur University yang mendorong mahasiswa menjadi pencipta lapangan kerja sejak masa kuliah.
“Pengelolaan Campus Prenuer ini sangat sinergis. Kita juga akan introduce program ini diintegrasikan dengan kurikulum IPB. Sehingga, mahasiswa yang mengikutinya nanti bisa di-recognize kredit menjadi SKS,” ujar Dr Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.
Campus Preneur, Pendidikan Kewirausahaan Berkelanjutan
Keberhasilan PT Export Tani Nusantara mencerminkan apa yang oleh para peneliti disebut sebagai model Triple Helix dalam ekosistem inovasi berbasis kampus. Model interaksi antara universitas, industri, dan pemerintah ini diakui secara universal sebagai fondasi pengembangan masyarakat berbasis pengetahuan melalui inovasi dan kewirausahaan.
Dalam konteks Campus Preneur, ketiga simpul itu bekerja secara sinergis. Kampus menyediakan inkubasi dan pembekalan ilmu, pemerintah membuka pintu pasar internasional, sementara mahasiswa tampil sebagai aktor wirausaha yang mengeksekusi peluang.
Leal Filho et al. (2025) dalam Sustainable Development menyatakan bahwa integrasi pendidikan kewirausahaan berkelanjutan sebagai solusi inovatif dan entrepreneurial bagi wirausahawan muda. Hal ini dinilai menjadi kunci Campus Preneur sukses lahirkan eksportir muda yang mampu bersaing di pasar global ke depannya.
