SANY Klaim Truk Listrik Tambang Pangkas Biaya Operasional hingga 60 Persen

Indonesian Journal, Jakarta — Elektrifikasi alat berat tambang mulai ditawarkan sebagai salah satu pendekatan untuk menekan biaya operasional sekaligus mengurangi emisi. Di area outdoor Mining Indonesia 2026, bagian dari IEE Series – Engineering Week 2026 di JIExpo Kemayoran, SANY menampilkan electric heavy truck yang diklaim dapat memangkas biaya operasional hingga 60 persen dibandingkan unit konvensional.

Director of Government Affairs and Deputy General Manager SANY Indonesia, Saanjay Shamdasani, mengatakan truk berat elektrik tersebut dilengkapi teknologi fast charging yang memungkinkan pengisian daya dalam waktu sekitar 50 menit.

Menurut Saanjay, elektrifikasi tersebut juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan operasional tambang skala besar yang menghadapi tuntutan pengurangan emisi. SANY mengklaim biaya perawatan unit listrik dapat lebih rendah hingga 50 persen dibandingkan unit konvensional.

“Visi kami adalah mewujudkan tambang rendah karbon yang terintegrasi secara bertahap dari armada hybrid menuju full electric. Harapannya, kami dapat terus mendukung target keberlanjutan pemerintah untuk mewujudkan zero emission pada tahun 2060,” katanya (10/9).

Namun, elektrifikasi alat berat tambang tidak serta-merta dapat diterapkan pada seluruh lokasi operasi. Kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah teknologi listrik dapat digunakan secara efektif.

Sales Marketing Director PT Indotruck Utama, Vincent, mengatakan tidak ada pendekatan tunggal yang dapat diterapkan pada seluruh kebutuhan industri alat berat. Menurutnya, pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan karakteristik aplikasi dan infrastruktur yang tersedia.

“Kalau kita bicara konsep sustainability sendiri, kita percaya enggak ada satu one recipe fits for all. Kuncinya tergantung aplikasi based on infrastructure,” paparnya.

Vincent mencontohkan lokasi tambang yang berada jauh dari infrastruktur listrik sebagai salah satu tantangan dalam penerapan mesin listrik. Sebaliknya, area urban dan fasilitas industri tertentu dinilai memiliki peluang adopsi electric machine yang lebih besar karena dukungan infrastrukturnya relatif lebih memadai.

Elektrifikasi Alat Berat Meluas

Kehadiran electric heavy truck SANY menjadi bagian dari meningkatnya teknologi elektrifikasi yang ditampilkan di area pameran Mining Indonesia 2026. Selain SANY, sejumlah pemain alat berat lain juga membawa teknologi yang berkaitan dengan efisiensi energi dan pengurangan emisi.

Shantui, misalnya, menekankan efisiensi bahan bakar sebagai salah satu aspek pengembangan equipment. Sementara Volvo menampilkan L120 Electric Wheel Loader yang diarahkan antara lain untuk fasilitas waste-to-energy dan agroindustri yang memiliki sumber listrik dari pembangkit biomassa sendiri.

Tren tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai keberlanjutan di sektor alat berat mulai bergeser dari sekadar target pengurangan emisi menuju pertimbangan teknis dalam penggunaan equipment, termasuk efisiensi energi, biaya operasional, keandalan, dan kebutuhan infrastruktur.

IEE Series Engineering Week 2026 berlangsung pada 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran dengan luas area lebih dari 88.000 meter persegi. Gelaran tersebut mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation” dan mempertemukan berbagai sektor industri, termasuk pertambangan, minyak dan gas, konstruksi, energi, serta pengelolaan air.

Pada akhirnya, elektrifikasi alat berat tambang bukan sekadar persoalan mengganti mesin konvensional dengan mesin listrik. Efektivitasnya bergantung pada karakteristik aplikasi, ketersediaan energi, dan kesiapan infrastruktur di masing-masing lokasi.

Kondisi tersebut membuat efisiensi biaya operasional tambang melalui elektrifikasi perlu dilihat berdasarkan kebutuhan dan kondisi lapangan, bukan sebagai satu solusi yang berlaku seragam untuk seluruh operasi industri.

Community Podcast

Latest articles

Related articles