IndonesianJournal.id, Jakarta — Sejumlah akademisi menegaskan perguruan tinggi punya peran strategis membangun ekosistem talenta digital Indonesia. Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia Chairul Hudaya menyoroti pentingnya jembatan transfer teknologi dari kampus ke industri. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum IEE Series Energy Week 2026 hari kedua di JIExpo Kemayoran, Jakarta (3/9). Chairul Hudaya menilai tantangan utama bukan pada kemampuan kampus menghasilkan inovasi. Tantangan sebenarnya terletak pada bagaimana inovasi tersebut relevan dan dapat diterapkan industri.
“Harus ada pihak profesional yang harus menjadi jembatan antara kampus dengan industri, sehingga terkoneksi dan cocok dengan kebutuhan industri yang ada,” kata Chairul Hudaya.
Ia menegaskan dosen tidak bisa berperan menjajakan hasil riset kampus ke perusahaan. Karena itu dibutuhkan pihak profesional sebagai penghubung.
Pada kesempatan yang sama, Dewan Pengarah BRIN, Marsudi Wahyu Kisworo, turut menambahkan perguruan tinggi harus menjawab kesenjangan talenta di bidang keamanan digital.
Guru Besar Ilmu Komputer tersebut menyoroti posisi strategis perguruan tinggi dalam menjawab kesenjangan talenta digital. Ia menyebut kebutuhan tenaga ahli semakin mendesak di bidang keamanan siber, data science, dan kecerdasan buatan.
“Kita membutuhkan lebih banyak SDM yang memiliki kemampuan di bidang keamanan digital, data science, dan artificial intelligence,” ujarnya.
Ia menambahkan kurikulum dan pelatihan akademisi harus diarahkan mengikuti kebutuhan industri. Faktor demografi turut disebut sebagai modal penting Indonesia menyiapkan talenta digital.
“Lebih dari 72 persen penduduk Indonesia berusia di bawah 48 tahun,” terangnya, yang menjelaskan bahwa kondisi menjadi sebuah kesempatan besar..
Forum Energy Week 2026 mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan infrastruktur. Diskusi ini berlangsung hingga 5 September 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta. Kedua akademisi berharap kolaborasi kampus dan industri semakin terkoneksi ke depan.

